Bertahun tahun komunitas kesenian merasakan dikeberi, eksistensi para pelaku seni dianggap tiada sehingga giat kesenian di Kota Pekalongan sepertinya mati suri.
Semua ini bermuara dari Dewan Kesenian yang tidak ada sinergi mengakomodir kantong – kantong kesenian di Kot Pekalongan.
Penulis : Hadi Lempe
GARUDACITIZEN JATENG | KOTA PEKALONGAN – Keresahan yang terpendam bertahun – tahun hingga menyudutkan eksistensi para pelaku seni pada batas jiwa. Batas toleransi pelaku seni kini terpanggil untuk membangun sikap jati diri sebagai seniman. Bersikap memperjuangkan kemerdekaan dalam berkarya seni tanpa intervensi dari pihak – pihak yang mecari keuntungan kelompok atau individu dengan berkesok Kesenian.
Komunikasi para jiwa seniman, hingga menyatunya rasa ukuwah para pelaku seni dan terbentuklah kemufakatan “Aliansi Seniman Kota Pekalongan ” terbangun untuk melakukan sikap mengembalikan marwah kesenian seutuhnya.
Kamis 20 Nopember 2025, menjadi catatan sejarah kebangkitan para pelaku seni di Kota Pekalongan, bergerak bersatu menyuarakan jiwa, mengajukan petisi “MOSI TIDAK PERCAYA ” terhadap keberadaan Dewan Kesenian Kota Pekalongan.
Kurang lebihnya 50 seniman yang tergabung dalam Aliansi Seniman Kota Pekalongan, menggelar aksi pembaharuan di Kantor Dinas Parbudpora.
Aliansi Seniman.Kota Pekalongan mengajukan tuntutan melalui Dinparbud untuk membekukan/membubarkan Dewan Kesenian yang kini sudah tiga periode di Ketuai Oleh ( RAGIL ). Selama tiga periode ini Dewan Kesenian telah menggar SOP,melakukan pengebiran terhadap eksiatensi kelompok kesenian. Alianai Seniman menyampaikan tuntutan,

- Pemerintah Kota Pekalongan, melaui Dinparbudpora, agar tidak melakukan Intervensi terhadap perkembangan karya seniman
- Turunkan/Bubarkan Dewan Kesenian Kota Pekalongan, Ketua ( Ragil ) beserta jajaran pengurusnya.
- Segera adakan Musdalub untuk perubahan Dewan Kesenian Kota Pekalongan.
- Kepanitiaan penyelenggara Musdalub, kembalikan sesuai marwahnya pada pelaku seni.
- Lakukan perubahah pada Dinparbudpora, khususnya bidang Seni dan Budaya, dalam.melaksanakan program pebinaan terhadap penggiat Seni dan Budaya.
- Pemerintah Daerah Kota Pekalongan lebih ditingkatkan peran dan kewajibannya untuk membuka dan menfasilitasi ruang berkarya bagi pelaku kesenian.
Aksi Aliansi Seniman Kota Pekalongan, dapat di terima langsung oleh Kepala Dinparbudpora, Sabaryo, didampingi Asisten 1, Sugio, mewakili Walikota Pekalongan. Melalui perwakilan Aliansi Seniman Kota Pekalongan, 10 perwakilan diterima menyampaikan negoisasi dengan Kepala Dinparbudpora di ruang dinas Kepala.
Mewakili Aliansi Seniman Kota Pekalongan, Hadi Lempe sebagai sumber pelaku seni di Kota Pekalongan didampingi pelaku seni lainya, Amat Saeri, Rida Sounda, Tecko, A. Socheh, Arimbi,Dintri dan Citro tomo, secara bergantian menyampai aspirasi yang di usung oleh Aliansi Seniman Kota Pekalongan. Berikut dengan poin – poin tuntutan yang di ajukan dalam Mosi Tidak Percaya terjadap Dewan Kesenian.

Meski alot dan sedang panas, enam poin tuntutan tersebut disampaikan dihadapan Kepala Dinparbudpora, alhasil mendapat apresiasi baik. Kepala Dinparbudpora, Subaryo didampingi Asiaten 1, Bidan Ekonomi dan Pembangunan, Sugio, mengapresiasi dan menyetujui sebagamana tuntutan yang di ajukan oleh Aliansi Seniman Kota Pekalongan, dengan maksud untuk melakukan perubahan Pengembangan Seni dan Budaya khususnya di Kota Pekalongan.
” Kami sampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada Aliansi Seniman Kota Pekalongan, yang penuh semangat perjuangan menyampaikan aspirasi sebagai pelaku seni dengan baik. Sehingga kami menyadari adanya kesenjangan terkait Dewan Kesenian terhadap pelaku seni. Begitu sebaliknya masukan bagi kami untuk melakukan perubahan dalam melaksanakan program.pembinaan seni dan budaya, khusnya pada yang membidangi Seni dan budaya. Kami akan segera tindak lanjuti itu ” ungkapnya.
“Lebih lanjut, Terkait tuntutan 6 poin ini, kamu menyetujui, mulai hari ini juga kami nyatakan “MENONAKTIFKAN DEWAN KESENIAN KOTA PEKALONGAN” selanjutnya menghentikan kegiatan kesenian yang dilaksanakan dengan mengatasnamakan Dewan Kesenian.
Kami sepakat untuk segera melaksanakan Musda Dewan Kesenian dengan mengakomodir kepanitiaan pelaksananya kami kembalikan pada marwahnya yaitu para pelaku seni. Pernyataan ini kami akan terbitkan surat kesepakatan bersam secara resmi, sebagai bukti dan menyakinkan kami telah sepakat menyetujui sebagaimana tuntutan tersebu ” tegas Sabaryo.
Usai negoisasi, berjalan menunggu surat kesepakatan di terbitkan, Aliansi Seniman Kota Pekalongan akan terus memastikan persoalan ini benar clair tanpa menunda waktu. Apa sampai tertunda, Aliansi Seniman akan kembali menggelar aksi lebih besar. (hl)
