BPBD Kota Pekalongan
Ragam

BPBD Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Kebencanaan

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan meminta masyaakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja khususnya bencana banjir yang menggenangi sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan belum lama ini. Pasalnya, berdasarkan informasi Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrim dan gelombang tinggi di pesisir pantai utara hingga 2 meter diprediksi masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan Kalakhar BPBD melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha SSos, Kamis(21/1/2021).

Disamping itu, Dimas mengingatkan masyarakat harus cerdas memantau dan memastikan informasi-informasi kebencanaan yang beredar di media sosial dari sumber yang jelas. Dimas menjelaskan, di musim penghujan seperti sekarang ini, kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting yang perlu dilakukan agar dampaknya tidak terlalu besar. Tanda-tanda bencana yang mulai terjadi di beberapa daerah sudah cukup menjadi peringatan untuk bersiap diri.

“Banjir yang telah terjadi di Kota Pekalongan kemarin, berdasarkan data yang telah dihimpun BPBD Kota Pekalongan, menggenangi sedikitnya 16 kelurahan baik yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara,Pekalongan Barat dan Pekalongan Timur. Berdasarkan info BMKG yang kami terima, cuaca ekstrim masih akan berlangsung hingga 3 hari ke depan dan gelombang tinggi di pesisir pantai utara mencapai 2 meter juga diprediksi masih ada, tapi mudah-mudahan tidak menyebabkan banjir yang besar di wilayah Kota Pekalongan,”terangnya.

Dimas menyampaikan bahwa, jumlah warga terdampak banjir khususnya yang mengungsi di posko pengungsian Gedung Amanjiba,Kelurahan Klego dan Gedung Serbaguna Sampangan berangsur berkurang dan sudah mulai kembali ke rumah untuk melakukan bersih-bersih pasca banjir. Kendati demikian, masih ada 7 kelurahan yang masih terendam 10-30 cm diantaranya Kelurahan Gamer,Degayu,Krapyak,Pasirsari, dan Tirto. Pihaknya menegaskan,BPBD akan selalu monitoring di sejumlah titik lokasi terdampak banjir dan ke depan akan mengupayakan mitigasi bencana yang lebih optimal lagi melalui kegiatan simulasi dan pelatihan kebencanaan kepada masyarakat untuk mengurangi dampak kebencanaan yang terjadi.

“Pantauan hari ini kebetulan debit air sungai sudah mulai surut dan cuaca cerah,pengungsi sudah mulai berkurang seperti di Gedung Amanjiba yang semula 20 orang kini sebagian berangsur kembali ke rumah, sementara di Gedung Serbaguna Sampangan,Kelurahan Kauman yang semula berjumlah 61 orang sekarang hanya tinggal beberapa orang saja. Kami menghimbau untuk masyarakat dalam menghadapi musim penghujan ini, kewaspadaan kebencanaan sangatlah penting, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal melalui kerjabakti membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarang juga dapat mengantisipasi terjadinya banjir. Ke depan,kami juga akan mengintensifkan koordinasi simulasi dan pelatihan kebencanaan melalui pembentukan kelurahan-kelurahan tangguh bencana untuk membangun Kota Pekalongan menuju masyarakatnya yang tangguh terhadap bencana,”pungkasnya. (HL)

Related posts

Dindagkop-UKM Targetkan Jumlah Eksportir Pekalongan Bertambah

Hadi Lempe

1.408 Personel Linmas Siap Amankan Pilkada Kota Pekalongan

Hadi Lempe

Optimalkan PPKM Mikro Hadapi Pemudik Yang Lolos

Hadi Lempe

Jalan Sehat Nuansa Merah Putih dan Menjaga Kebersihan Lingkungan

Widodo

Peringati Hari Kartini, Ketua TP. PKK Kota Pekalongan Hibur Pasien Anak RSUD Bendan

Hadi Lempe

Cegah Covid-19, Dua Kampung Tangguh Diresmikan

Hadi Lempe

Leave a Comment