BeritaPendidikan

BPBD Terus Giatkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini ke Pelajar Sekolah

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan terus menggiatkan pelatihan kebencanaan sejak dini yang diajarkan kepada pelajar sekolah di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk melakukan kesiapsiagaan dini dan selalu waspada jika terjadi bencana di sekitar lingkungannya. Mengingat, secara geografis, Kota Pekalongan tergolong wilayah yang rawan bencana baik yang disiapkan oleh alam maupun ulah manusia.

Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Aprilyanto Dwi Purnomo menjelaskan bahwa, para siswa diajarkan untuk berlindung saat terjadi gempa bumi, seperti melakukan perlindungan diri di bawah meja, lari ke tempat atau titik kumpul yang lebih aman, dan tidak berada tepat di dekat bangunan yang berpotensi runtuh.

“Untuk pesertanya sekitar 50-100 orang. Kalau untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP biasanya mereka yang datang langsung ke kantor kami. Sementara, untuk jenjang SMA, kampus dan komunitas atau lembaga, kami yang datang ke lokasi mereka,”ucapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (8/7/2024).

April menambahkan, pada Juli 2024 ini pihaknya telah melakukan 14 kali sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana pada anak TK maupun siswa SD. Lanjutnya, agar anak-anak mudah menyerap ilmu mitigasi bencana dengan baik, dalam kegiatan sosialisasi ini, materi terkait penanganan bencana gempa diajarkan melalui edukasi dalam bentuk nyanyian lagu yang didalamnya berisikan pesan-pesan penting dalam menghadapi bencana gempa, evakuasi korban banjir menggunakan perahu SAR, mengasah keberanian anak dengan bermain flying fox. Pihaknya berharap, ilmu yang diajarkan tersebut bisa menjadi bekal dan dapat ditularkan kepada orang tuanya. BPBD Beberkan Ketinggian Banjir di Kota Batik, Ketinggian Banjir Variatif

“Anak-anak diajarkan mengenali gempa bumi, termasuk teknik penyelamatan diri melalui lagu, dilanjutkan praktek simulasi gempa bumi. Anak-anak juga belajar alat dan sarpras yang biasanya digunakan Satgas untuk penyelamatan korban. Anak-anak dibekali kemampuan mental untuk berani menghadapi bencana yang disampaikan melalui permainan flying fox. Kami membuka outing class pembelajaran kepada anak-anak dan pelajar umum lainnya serta masyarakat untuk mengenali potensi kebencanaan dan tupoksi BPBD dengan cara berkirim surat ke Kantor BPBD Kota Pekalongan di Jalan Sriwijaya No.5B Kota Pekalongan,”tandasnya. (Dian/Aina HL).

Related posts

Pastikan Keamanan, Walikota, Habib Lutfi, dan Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Mudik

Hadi Lempe

Walikota Pekalongan Lakukan Evaluasi Aturan Baru di RPSBM

Hadi Lempe

Antisipasi Korupsi, Pemkot Kendalikan Gratifikasi dan Whistle Blowing System

Hadi Lempe

Irdam IV/Diponegoro: Jangan Pernah Lupakan Sejarah Perjuangan

Hadi Lempe

PPIR Kota Pekalongan Gelar Silaturahim Dan Nobar Debat Capres 2019

Hadi Lempe

Bupati Buka TMMD Sengkuyung Tahap I Di Desa Kutorojo

Hadi Lempe

Leave a Comment