Press "Enter" to skip to content

Curug Gondoriyo, Misterius Yang Banyak Diburu

Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Semarang memiliki aneka kekayaan alam yang layak untuk dikunjungi. Kota yang terletak di daerah patahan Jawa Tengah bagian Utara ini, memang secara morfologi alam mempunyai banyak potensi keindahan panorama.

Bukit kecil yang berjajar di hampir sepanjang kota menambah daya tarik tersendiri. Apalagi jika kita saksikan Kota Semarang di malam hari. Dari jarak agak jauh. Perbukitan padat penduduk tersebut dipenuhi dengan kerlip lampu. Laksana batu marmer hitam bertabur Intan permata nan kemilau. Cantik sekali!

Salah satu pesona alam di daerah ibu kota Jawa Tengah yang layak dikunjungi adalah Curug Gondoriyo. Meskipun terbilang masih baru, namun curug atau air terjun ini sudah banyak dikunjungi para wisatawan.

Keberadaan air terjun dengan tinggi 20 meter tersebut, belum lama ditemukan oleh penduduk sekitar. Lokasi air terjun di tengah hutan dari wilayah geografis yang cukup tinggi. Bagi wisatawan yang gemar dengan lokasi alam dengan kondisi penuh tantangan, pasti akan sangat tertarik untuk mengunjungi curug Gondoriyo.

Lokasi air terjun berada di Gondoriyo, Semarang. Di tengah kota yang sudah mulai menjadi metropolitan tersebut, ternyata menyimpan air terjun. Adapun untuk menuju lokasi curug. Jalan setapak menuju curug masih cukup alami dan berlumpur.

Jalan menuju air terjun belum bisa dilewati kendaraan. Untuk bisa mencapai lokasi, harus super hati-hati. Jalan cukup berliku dan terjal. Untuk sampai ke air terjun, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Walaupun demikan, semua akan terbayar lunas. Indahnya pemandangan, serta udara segar akan memanjakan para pelancong.

Amir, salah seorang penduduk desa sekitar Curug Gondoriyo mengatakan bahwa Curug Gondoriyo sebelumnya nyaris tidak tersentuh oleh manusia. Meskipun demikian ada satu dua orang penduduk yang mengaku pernah memanfaatkan curug untuk kepentingan mandi. Dan juga memancing.

“Terkadang saya mandi dan memancing ikan di curug. Tetapi belum banyak yang tahu lokasi ini, ” ujar salah seorang warga setempat.

Sementara itu, penduduk lain yang juga tinggal di RT 03 RW 04 menyampaikan, bahwa curug yang indah dan memiliki ketinggian 20 meter tersebut ditemukan warga ketika sedang bekerja bakti. Membersihkan saluran air sungai.

Padahal curug tersebut sebenarnya sudah ada sejak berpuluh tahun lampau. Kerja bakti yang diketuai oleh petugas Basarnas memperbaiki akses masuk ke lokasi air terjun.

Menurut salah satu petugas Basarnas, muara daerah aliran sungai (DAS)  harus dibersihkan. Karena jalan masih cukup licin. Dan harus diperbaiki. Meskipun masih secara sederhana. Karena pembiayaan masih bersifat swadaya. Bantingan urun dana warga setempat. 

“Pemerintah belum melakukan penataan untuk masuk ke Curug Gondoriyo. Padahal tempat ini bakal menjadi lokasi wisata yang menarik. Kita masih menunggu peran pemerintah daerah,” lanjutnya.

Penduduk desa lainnya bernama Kasmadi menceritakan mengenai penemuan arca sekaligus gua. Di balik air terjun.

Menurut penuturan Kasmadi, arca ditemukan di dalam gua yang dipercaya terhubung dengan terowongan bawah tanah di Kaliwungu, Kendal.

Arca yang tidak terawat tersebut banyak yang mengungkapkan cerita. Dikaitkan dengan sisi mistis. Dengan bumbu-bumbu misteri.

Dengan begitu, ada yang meyakini bahwa air terjun Gondoriyo tidak terjamah karena lokasinya misterius. Dan terdapat banyak cerita mistis yang menyertai. Membuat warga enggan mendekati.

Tetapi keindahan air terjun yang dipercaya disebut-sebut ajang pertapaan tersebut, memberikan daya pikat tersendiri.  Tentunya kini mulai banyak dilirik warga. Untuk menyaksikan gemericik air yang mengalir menyusur tebing yang dipenuhi vegetasi liar.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Web Development by GARUDA.WEBSITE.
Garuda Citizen Jateng adalah portal berita online dibawah badan hukum PT. Garuda Citizen. Memuat berbagai konten, seperti: berita politik, hukum, HAM, budaya, tradisi serta peristiwa menarik dan penting.