Ragam

Dindagkop-UKM Targetkan Jumlah Eksportir Pekalongan Bertambah

Pekalongan, GC – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) menargetkan jumlah eksportir di Kota Pekalongan dapat bertambah. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan pangsa pasar produk-produk unggulan Kota Pekalongan yang di ekspor ke luar negeri. Demikian disampaikan oleh Kepala Dindagkop-UKM, Zainul Hakim saat membuka Kegiatan Pendampingan Calon Eksportir Kota Pekalongan di Aula Kantor Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Senin (18/3/2019).

Disampaikan Zainul, kegiatan pendampingan calon eksportir di Kota Pekalongan rencananya akan diadakan selama tiga kali sebagai langkah pendampingan kepada para calon eksportir di Kota Pekalongan agar mampu melaksanakan kegiatan ekspor secara mandiri dan tangguh serta memahami permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ekspor.

“Saat ini Pemkot Pekalongan melalui Dindagkop-UKM menyelenggarakan pendampingan calon eksportir tahap pertama, inshaAllah ada tiga tahap pendampingan eksportir dari Pekalongan. Secara tupoksi kami mempunnyai target untuk menambah eksportir dari Pekalongan sekaligus meningkatkan nilai ekspor di Kota Pekalongan. Tahun ini prosentase nilai ekspor Kota Pekalongan mencapai 19,66 persen (nilai realisasinya 18,82 USD) dari target 18,5 persen,” terang Zainul.

Zainul menjelaskan jumlah pelaku eksportir mandiri di Kota Pekalongan saat ini sekitar 28 orang yang mayoritas bergelut di komiditi batik dan hasil olahan ikan. Tahun ini, pihaknya mengharapkan akan lahir lebih banyak lagi pelaku eksportir di Kota Pekalongan.

“Pelaku ekspor mandiri di Kota Pekalongan sejumlah 28 pelaku, melalui pendampingan ini diharapkan bisa bertambah. Target kami bisa menambah 5 pelaku ini sudah lebih bagus. Para calon eksportir yang kami undang hari ini merupakan para peserta yang telah mengikuti pelatihan di tahun 2018. Tahun ini kami mencoba untuk melakukan penguatan terkait materi-materi tertentu yang kadang mereka masih mengalami kesulitan dalam menentukan kalkulasi harga ekspor produk yang ada di Kota Pekalongan, sehingga diperlukan adanya penguatan terhadap bagaimana menghitung agar produk bisa layak jual, diterima di pasaran sekaligus mendapatkan keuntungan, “sambung Zainul.

Menurut Zainul, produk unggulan Kota Pekalongan yaitu batik memiliki nilai budaya khas Pekalongan yang juga mempunyai nilai ekonomis. Selain batik, produk-produk unggulan Kota Pekalongan lain yang mendapatkan respon positif dari pihak buyer khususnya di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika adalah hasil olahan ikan berupa frozen food (bakso, nugget, dan sarimi). Lebih lanjut, Zainul mengimbau, agar menekan biaya produksi, para calon eksportir dapat berkomunikasi langsung dan menjalin hubungan baik dengan buyer tanpa melalui pihak ketiga.

Dalam kegiatan pendampingan ini hadir dua orang narasumber yakni Junianto dan Nurul Retno Palupi selaku praktisi multiproduk dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Kementerian Perdagangan RI yang memberikan materi mengenai Ekspor Market Plan Komiditi Indonesia dan Kalkulasi Harga Ekspor. Di tengah-tengah sesi acara, para calon eksportir berkesempatan melakukan sambungan komunikasi langsung dengan calon buyer dari Nigeria melalui Skype.

“Nigeria menjadi salah satu negara yang kami sasar untuk kegiatan ekspor produk-produk unggulan Kota Pekalongan,” imbuh Zainul. (HL)

Related posts

Pekalongan Seneng-Seneng Batik

Hadi Lempe

Halal Bi Halal Keluarga Besar PABBSI Kota Pekalongan

Widodo

HUT TNI ke-74, Kodim Pekalongan Gelar Lomba Lukis Tingkat SLTA

Widodo

20 Finalis Duta Wisata Ikuti Class City Tour

Widodo

HUT TNI, Masyarakat Antusias Ikuti Jalan Sehat dan Sepeda Santai

Widodo

Sosok Mbah Carim, Tenaga Kebersihan Tanpa Bayaran

Hadi Lempe

Leave a Comment