Ragam

Dindik Kota Pekalongan Tingkatkan Kapasitas Pendidik PAUD HI

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Guna meningkatkan pemahaman para pendidik dan pengelola satuan PAUD dalam memberikan layanan pendidikan secara utuh (menyeluruh). Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) Bagi Satuan Pendidikan PAUD Kota Pekalongan, bertempat di Hotel Sahid Mandarin, Selasa (31/8/2021).

Kepala Dindik Kota Pekalongan melalui Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Ahmad Husni SKom. Meng menyampaikan bahwa dalam menuwujudkan sumber daya yang berkualitas harus dimulai sejak dini. Layanan atas hak anak harus diberikan secara Holistik Integratif atau menyeluruh sehingga generasi cerdas, unggul, dan religius bisa diwujudkan di masa depan.

“Hari ini kami berikan kapasitas dan kapabilitas yang baru bagi pengelola dan pendidik di satuan PAUD. Layanan anak tidak hanya memperhatikan aspek pendidikan namun juga kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan agar generasi kita unggul di masa depan,”ungkap Husni, usai pembukaan Bimtek Pengembangan PAUD HI.

Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari yakni 31 Agustus – 3 September 2021 dan diikuti oleh 100 satuan PAUD Se-Kota Pekalongan. Ke depan, harapannya seluruh satuan PAUD dapat meningkatkan layanan kepada anak usia dini secara holistik.

“Tahun lalu 80 PAUD kami berikan bimtek serupa dan setiap tahun jumlahnya meningkat. Harapannya, satuan PAUD yang berjumlah sekitar 320 lembaga bisa meningkatkan pelayanan secara holistik,”terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Istri Walikota sekaligus Bunda PAUD se-Kota Pekalongan, Inggit Soraya SSn mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, PAUD merupakan periode emas sekaligus masa kritis yang menentukan keberhasilan kualitas anak di masa depan. Kebutuhan pemenuhan anak mencakup gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perawatan, dan perlindungan.

“Anak juga harus dilindungi dari kekerasan, penelantaran anak, maupun eksploitasi dimanapun anak berada. Keterlibatan seluruh komponen sangat di perlukan baik antara pihak sekolah, keluarga, dan pemerintah agar tujuan dari pembelajaran PAUD holistik integratif bisa terwujud,”kata Inggit.

Inggit juga mengingatkan, meskipun saat ini Pemkot Pekalongan tengah menyiapkan PTM namun protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara ketat. Pendidik juga harus beradaptasi dengan situasi saat ini.

“Karena kemungkinan ada orang tua yang belum mengizinkan anak belajar secara langsung. Sehingga, harus siapkan dengan baik misalnya dengan home visit, daring maupun inovasi lain dengan prinsip belajar ramah anak yang bisa dilakukan di masa pandemi,”tuturnya.

Ia berharap, bimtek ini dapat menambah ilmu dan wawasan guru pendidik dan bisa diterapkan di satuan PAUD masing-masing. Selain itu, dapat mewujudkan anak PAUD yang SAKPORE (Smart, Amanah, Kreatif, Optimis, Dan Religius).

“Guru PAUD harus selalu belajar dan menjadi guru pembelajaran yang tidak lelah mencari ilmu baru dari berbagai media. Saya apresiasi kepada guru PAUD yang penuh kesabaran, keikhlasan, dan cinta kasih mendidik anak usia dini,”pungkasnya. (HL/Dita)

Related posts

UPTD BLK Kota Pekalongan Gandeng 16 Perusahaan

Hadi Lempe

TMMD Tahap III Kembali Digulirkan, Selipkan Disiplin Patuh Prokes

Hadi Lempe

Walikota Berikan Pengarahan Calon Jemaah Haji

Widodo

Kegiatan Keagamaan di Tempat Ibadah, Pemkot Instruksikan Perangkat Kelurahan Monitoring

Hadi Lempe

Dinkominfo Selenggarakan Pelatihan PJJ Tahap Dua

Hadi Lempe

Kodim Pekalongan Lepas 2 Perwira dan Serah Terima Jabatan Danramil

Widodo

Leave a Comment