Sosial Budaya

Dinsos, BNI.46,Di Sinyalir Tidak Transparan Mengelola E-Warung

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Penyaluran PKH dan keberadaan E-Warung menjadi soroton serius bagi masyatakat. Hal ini menarik bagi elemen Ormas untuk menyikapi adanya dugaan ketidak trasparanan dalan menerapan mekanisme peran Dinsos dan BNI.46 Kota Pekalongan.

Sebelumnya beberapa Elemen Ormas telah melakukan klarifikasi dengan pihak terkait pengelola adanya E-Warung yang di tunjuk sebagai warung pelayanan PKH, yaitu Dinsos dan BNI.46 Cabang Pekalongan, Rabu (8/122/2021). Saat itu Ormas di temui oleh Darsilah dan dipertemukan dengan pihak BNI.46, bertempat di Ruang Rapat Dinsos Kota Pekalongan.

Namun dalam pertemuan itu tidak menghasilkan keputusan atau keterangan yang pas sebagai mana di harapkan Ormas. Sebaliknya terkesan antara Dinsos dan BNI.46 saling lempar tanggung jawab.(Main pimpong)

Atas ketidak puasan Ormas dalam menyikapi persoalan di lapangan, di sinyalir adanya penyimpangan dalam pengelolaan E-Warung-PKH. Tiga Elemen Ormas kembali mendatangi Kantor Dinsos Kota Pekalongan, Kamis (9/12/2021) pada pukul 14.00.

Tiga Elemen Ormas diantaranya, Lindu Aji, Pemuda Pancasila, Lasbawa dengan jumlah personil kurang lebihnya 50 orang, di terima langsun oleh Kepala Dinsos Kota Pekalongan, Yos Rosidi, di ruang kerjanya.

Dony dari Lindu Aji,mewakili ormas lainyanya menyampaikan beberapa hal yang menjadikan persoalan, adalah mekanisme yang di jalankan pihak Dinsos dan BNI.46.

Dony mengutarakan bahwa ” Keberadaan E-Warung yang di kelola Dinsos atau BNI.46, dalam pantauan beberapa Ormas, ada temuan beberapa E-Warung yang tidak sesuai ketentuan atau aturan, sebagaimana surat edaran program Kemensos”

“Kami telah melakukan survey langsung ke lapangan dan mengantongi data-data yang di tunjuk sebagai E-Warung. Banyak E-Warung yang ternyata tidak sesuai kreteria penunjukan. Naifnya warung bukan penjual sembako di tunjuk menjadi E-Warung” Ungkap Doni

Lebih lanjut Ormas mengusulkan jika BNI.46 bisa di gantikan melalui Bank-bank lain, maka sebaiknya BNI.46 di gantikan saja.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos Kota Pekalongan (Baru menjabat) Yos Rosidi, pihaknya akan melakukan pengkajian lebih detail untuk mengumpulkan bukti-bukti sebagai acuan melaksanakan ketegasan atas kesalahan.

” Kami sangat mengapresiasi dengan adanya peran Ormas dalam keikutsertaanya mengawal program-program Pemerintah untuk maslahat masyarakat. Kami juga berharap peran Ormas bisa menjalin kerjasama dengan baik. Dan kami secepatnya akan melaksanakan pengecekan langsung terhadap E-Warung tertunjuk. Juga sangsi tegas ketika benar di dapati ada penyalahgunaan fungsi. Termasuk terhadap Suplayer yang memasok beras tidak sesuai standar, akan kami tindak tegas sangsi memutus kerjasama” Pungkas Yos

Related posts

Kodim Pekalongan Rehab Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Doro

Hadi Lempe

Karakter Khas Orang Jawa Tengah, “Nrimo Ing Pandum”

Dedi Ariko

Polres Pekalongan Kota Peringati Maulid Nabi di Ponpes Syafi’i Akrom

Hadi Lempe

Bambangan Cakil, Tari Khas Jawa Tengah

Dedi Ariko

Suku Kalang, Manusia Mistik Berekor Kecil di Tanah Jawa

Dedi Ariko

Pembangunan Wisata Air Terbesar Di Targetkan Selesai Akhir Tahun

Hadi Lempe

Leave a Comment