Press "Enter" to skip to content

Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, Ilmuwan Indonesia Penerima Penghargaan dari Jepang

Perjalanan panjang sudah dilalui oleh wanita ini. Meski masih muda, ia telah mendapat banyak penghargaan. Itu semua karena kecintaannya pada dunia sains dan lingkungan.

Sejak muda ia memang sudah gemar menulis. Dari berbagai tulisannya ia meraih banyak prestasi. Berikut perjalanan seorang Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi.

Kecintaan Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi pada Dunia Sains dan Lingkungan

Eniya lahir dari pasangan Sri Ningsih dan Hariyono. Ia adalah anak pertama dari kedua orang tuanya. Ia lahir pada 14 Juni 1974 di Kota Magelang, Jawa Tengah. Hingga SMA, Eniya menempuh pendidikan di Magelang. Ia lulus dari SMA 1 Magelang dan mendapat beasiswa.

Beasiswa tersebut dari Kementerian Riset dan Teknologi. Nama beasiswanya adalah STAID. Ditujukan khusus untuk siswa pandai di bidang sains dan teknologi.

Eniya kala itu memang selalu berprestasi di SMA. Ia mendapat beasiswa ke Jepang. Inilah yang akan membuka jalannya. Sejak di Jepang, ia terus rajin belajar tentang sains dan teknologi.

Kecintaannya pada dunia tersebut terus berkembang. Awalnya, beasiswanya di jengjang S1 Jurusan Teknik Informatika.

Keluarga

Ia menikah dengan Dr. Wahyu Widada. Mereka berdua memang sama-sama cerdas. Setelah menikah, Eniya dikaruniai tiga orang buah hati. Anak pertama diberi nama Ibrahim Muhammad. Yang kedua adalah Nashita Saaliha. Lalu yang terakhir adalah Nashira Saaliha.

Ketiganya tumbuh dengan baik. Eniya tetap seorang ibu yang mendidik anaknya.

Pendidikan di Jepang

Saat di Jepang, ia berpindah jurusan di tingkat Strata 1 (S1). Berkat seorang dosen, ia menyadari kemampuannya di dunia sains. Ia lalu beralih ke Jurusan Kimia Terapan. Ia pun lulus dengan baik di tahun 1998. Universitas Waseda Tokyo adalah tempat kuliahnya.

Ia lalu melanjutkan studi S2 dengan beasiswa lain. Kali ini dari Iwaki Glass Industry. Tapi ia masih melanjutkan di Universitas Waseda Tokyo. Dan masih juga di Fakultas Kimia Terapan.

Dan saat jenjang S3, ia mendapat fellowship terbaik dari Japan Science Technology. Semuanya ia tempuh selama 10 tahun dari S1-S3.

Penemuan

Ia menemukan energi terbarukan. Fuel cell ini lalu membuat terobosan baru di bidang riset dunia. Ini yang membuat namanya sebagai ilmuwan semakin naik. Penemuan ini sebenarnya cukup sederhana. Namun arti dan kegunaannya sangat penting. Fuel cell sama seperti aki atau baterai. Prinsipnya adalah energi alternatif. Dan yang terpenting adalah yang ramah lingkungan.

Energi ini bisa tahan dan tidak habis. Ia ingin setiap keluarga memiliki fuel cell sebagai energi mandiri. Namun mungkin masih agak susah. Banyak negara maju yang mengembangkannya. Sebut saja di negara Eropa dan juga Jepang. Indonesia jua bisa jika ingin.

Prestasi dan Penghargaan

Banyak prestasi dan penghargaan yang telah Eniya raih. Sebut saja dari Jepang, ia meraih Koukenkai Awards dari Polymer Society. Ada juga Mizuno Award dari Waseda University pada tahun 2003. Selain itu, ia juga pernah meraih penghargaan PII-Engineering Award di tahun 2006.

Yang paling fenomenal terjadi tahun 2010. Eniya adalah wanita pertama peraih BJ Habibie Awards. Sepanjang sejarah, ia adalah peraih termuda. Lalu ada pula penemuannya bernama ThamriON. Penemuan ini masih di bidang bahan bakar. Ini pun mendapat penghargaan. Kali ini dari Inovasi Paten dari Ditjen HKI tahun 2010.

Saat ini, Eniya masih menjadi peneliti. Ia mengabdi di BPPT. Sebuah badan non-kementrian di bidang pengkajian teknologi. Ia menjabat sebagai Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material.

Ke depannya Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi ingin tetap mengembangkan energi alternatif.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Web Development by GARUDA.WEBSITE.
Garuda Citizen Jateng adalah portal berita online dibawah badan hukum PT. Garuda Citizen. Memuat berbagai konten, seperti: berita politik, hukum, HAM, budaya, tradisi serta peristiwa menarik dan penting.