Gelar Budaya, Bawaslu Sosialisasi Persiapan Pilkada Kota Pekalongan
Sosial Budaya

Gelar Budaya, Bawaslu Sosialisasi Persiapan Pilkada Kota Pekalongan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pekalongan. Menghelat Gelaran Budaya sebagai upaya mendekatkan diri sekaligus memantik partisipasi masyarakat untuk turut serta mengawasi setiap tahapan pemilu.

Kota Pekalongan, GarudaJateng – Kegiatan yang disuguhkan dalam bentuk penampilan seni dan budaya ini, dilaksanakan dalam rangka sosialisasi ke masyarakat sebagai persiapan Pilwakot-Pilwawalkot Pekalongan Tahun 2020. Berlangsung di Lapangan Jetayu setempat, Kamis sore (5/12/2019).

Dalam gelar budaya tersebut, juga dimeriahkan berbagai komunitas. Diantaranya Komunitas Kinang Nusantara, Komunitas Sedulur Balon Pekalongan dan Komunitas Plat-G Animals.

Untuk menghibur masyarakat, turut ditampilkan rampak angklung laras Kahuripan, Drumband SMK Medika, Band Reprox, Ki Ageng Anjang-Anjang, Ngobras (Ngobrol Santai) Bareng Bawaslu Diiringi Gamelan Sekarwangi.

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Sugiharto menyampaikan. Bahwa melalui gelar budaya ini, untuk membumikan keberadaan Bawaslu sebagai salah satu lembaga penyelenggara Pemilu. Yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilu.

Sugiharto juga menekankan pentingnya partisipasi pengawasan dari masyarakat. Untuk menolak dan melawan money politic, ujaran kebencian, isu SARA dan informasi HOAX, dan sebagainya. Dalam setiap proses demokrasi di Kota Pekalongan.

“Lewat gelar budaya ini, akan lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat akan tugas dan fungsi Bawaslu. Sasarannya semua elemen masyarakat dengan menggandeng berbagai komunitas dan penggiat seni budaya di Kota Pekalongan. Kami juga menyasar pelajar SMA/SMK sederajat sebagai pemilih pemula, dimana kewajiban mereka tidak hanya sebagai pemilih awal di pilkada mendatang namun juga wajib mengawasi jalannya proses demokrasi tersebut,” terang Sugiharto.

Sugiharto melanjutkan, adapun tahapan pengawasan yang tengah dilakukan Bawaslu Kota Pekalongan saat ini adalah pengawasan terhadap proses bakal calon pilwalkot-pilwawalkot Pekalongan, rekrutmen PPK, dan sebagainya agar pilkada di Kota Pekalongan tahun depan berjalan sesuai aturan, bermartabat, berintegritas, jujur, dan adil. adalah salah satu penyelenggara pemilu atau pilkada yang akan diselenggarakan 23 September 2020.

“Yang punya hak pilih, mari awasi semua tahapan pilkada Kota Pekalongan yang rencananya dilaksanakan 23 September 2020. Jika masyarakat mengetahui adanya pelanggaran pemilu silahkan bisa melaporkan ke Bawaslu atau memberi informasi ke kami bahwa di salah satu daerah ada money politic,” tegas Sugiharto.

“Ayo turut terlibat awasi bersama Bawaslu agar proses pilkada mendatang berjalan tanpa pelanggaran apapun demi tegaknya demokrasi,” pungkas Sugiharto.

Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE yang turut hadir dalam Gelaran Budaya tersebut sangat mengapresiasi adanya pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi pengawasan masyarakat dalam pemilu.

“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap Bawaslu Kota Pekalongan yang telah menggelar gelar budaya pada sore hingga malam hari ini, kegiatan yang sangat luar biasa dan sangat tepat sekali dengan sentuhan sebuah penampilan seni dan budaya Kota Pekalongan akan lebih mudah diterima masyarakat. Memang berbicara mengenai seni budaya bisa melenturkan sifat keras kita, menyentuh hati kita tanpa kekerasan, semoga sosialisasi malam ini bisa diterima oleh siapapun khususnya masyarakat Kota Pekalongan,” tutur Saelany.

Menurut Saelany, perhelatan Gelar Budaya yang telah digelar kedua kalinya ini oleh Bawaslu Kota Pekalongan sebagai bagian dari sosialisasi untuk memperkuat demokrasi. Harapannya, Bawaslu Kota Pekalongan terus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Masyarakat perlu memilih pemimpin yang bisa memimpin dengan baik. Karena dalam demokrasi itu semua ikut menentukan pilihanya. Demokrasi beradap, demokrasi yang menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat harus semakin cerdas untuk melawan segala bentuk intimidasi, berita hoax, isu SARA, dan iming-iming politik uang,” pungkas Saelany. (GC-J)

Related posts

7 Budaya Jawa Tengah yang Tak Lekang di Era Modern

Dedi Ariko

Djend Soed Team Sabet Juara Pertama Lomba Seketeng 2019

Widodo

PT Unggul Jaya Berikan Bantuan Sarana Kepada Komunitas Sapulidi

Widodo

Calon Mbak dan Mas Duta Wisata kota Pekalongan Diseleksi

Widodo

Kuatkan Budaya Lokal, Pemkot Gelar Tadarus Budaya

Widodo

Nissa Sabyan : “Islam adalah agama perdamaian, bukan teroris”

Hadi Lempe

Leave a Comment