Statemen

Gernas Baku, Peran Orang Tua Ditekankan

Pekalongan, jateng.garudacitizen.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 yang mengusung tema Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan meluncurkan kembali Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) dengan penandatanganan komitmen bersama Wakil Walikota Pekalongan, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan Perhimpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), di Aula Rapat Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Jumat (3/5/2019).

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Drs Soeroso MPd, Gernas Baku telah dilaunching tahun lalu sebagai bentuk kepedulian orang tua untuk membacakan buku untuk anaknya. “Pada kesempatan ini kami menambahkan instrumen untuk Gernas Baku agar orang tua dapat melaporkan ke lembaganya aktivitas membacakan buku untuk anaknya,” jelas Soeroso.

Soeroso menyampaikan bahwa minat baca penduduk di Indonesia berada di peringkat 64. Saat ini anak-anak lebih suka nonton televisi daripada membaca buku, apalagi pada era milenial ini banyak yang bergeser dengan gadgetnya. Generasi sekarang dituntut untuk memiliki literasi yang baik, kreatif, kritis, dan komunikatif.

Maraknya gadget dengan sajian konten yang lengkap baik positif maupun negatif. Jika digunakan anak dan mengakses hal negatif, ini tentu menjadi ancaman, karena saat ini belum ada hukuman pembatasan usia untuk menggunakan gadget. “Saya berharap orang tua di rumah membantu membacakan buku untuk putera-puterinya agar dapat mempererat hubungan keduanya, serta menumbuhkan minat baca pada anak,” ujar Soeroso.

Soeroso ingi menguatkan Gernas Baku dengan instrumen yang ada. Melalui relaunching ini Soeroso berharap punya kendali untuk memastikan berjalannya program Gernas Baku. Jika tidak adanya kendali, dipastikan program ini hanya menguap saja adanya implementasikan di masyayarakat karena selama ini dindik tak punya akses langsung ke rumah.

“Dengan adanya buku kendali atau buku hubung yang dilaporkan oleh orang tua, di samping dapat menyampaikan aktivitas orang tua membacakan buku untuk anaknya, dapat ditarik permasalahan yang ada, misalnya orang tua tidak punya cukup buku untuk dibacakan dan orang tua penyandang buta huruf. Ini data permasalahan yang akan kami pecahkan bersama stakeholder atau OPD terkait,” tukas Soeroso.

Sementara itu Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE menanggapi adanya relaunching Gernas Baku. “Gernas Baku merupakan gerakan luar biasa dan inspiratif. Tetapi yang perlu ditekankan yakni peran orang tua itu sendiri. Yang terpenting orang tua dapat menemani anaknya dengan membaca buku dan cerita di luar kesibukan bekerja,” tutur Afzan.

Afzan mengimbau kepada para orang tua di Kota Pekalongan untuk memnyempatkan waktu untuk putera-puterinya. “Di samping pendidikan sekolah, mari kembalikan peran orang tua untuk selalu mendidik anaknya dengan baik. Melalui Gernas Baku saya yakin para orang tua akan mampu menumbuhkan minat baca anaknya,” pungkas Afzan. (GC.Tim)

Related posts

Masuk Perdana Usai Libur Lebaran, Pemkot Gelar Ramah Tamah

Widodo

Dandim Pekalongan Berikan Motivasi Kepada Siswa MPLS SMAN 1 Pekalongan

Widodo

Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan Periode 2019-2024 Dilantik

Widodo

Dorong Virus Literasi, Dinarpus Ajak Anak Usia Dini Lomba Mewarnai

Widodo

Pemkot Dorong Lulusan SMK Memiliki Peluang Besar Bekerja di Luar Negeri

Widodo

Dinhub Kota Pekalongan Siapkan Pengamanan Hadapi Lebaran

Widodo

Leave a Comment