Press "Enter" to skip to content

Julukan Baru Solo, Kota Festival Gamelan Internasional

Pada Februari 2017 lalu di negara tetangga Australia diadakan sebuah perhelatan akbar, yaitu pemutaran film hitam putih setan Jawa karya Garin Nugroho. Karya tersebut digelar dalam rangka  Asia Pacific Triennial of Peforming Arts (Asia TOPA) di Arts Centre Melbournes Hamer Hall.

Di acara tersebut mengalun orkestra gamelan Indonesia karya anak negeri yang berkolaborasi dengan sekitar 20 musisi berbagai negara menggema di sepanjang sudut gedung.

Dengan berlatar belakang karya Agung anak negeri yang dikumandangkan di Melbourne tersebut, akhirnya pada bulan Agustus 2028 lalu. Solo sebagai pemrakarsa gamelan kontemporer di ranah internasional tadi, dipilih menjadi ajang berkumpulnya para maestro musisi tradisional. Dari berbagai negara. Solo merupakan kota pertama arena kumpul penabuh gamelan internasional.

Mengusung tema Homecoming, pagelaran yang sempat menyedot perhatian penggemar musik tradisional dunia tersebut menggelar peta peradaban gamelan.

Menurut Garin Nugroho, ajang kumpul musisi gamelan dunia akan digelar dua kali dalam setiap tahunnya. Solo menjadi pilihan pusat gamelan internasional karena memang Solo memiliki rumah terbaik gamelan.

Dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, musik tradisional Solo yang disebut gamelan, memberikan warna khas budaya Indonesia. Selain itu, unsur tradisional dipadu modern masih dikembangkan sekaligus disajikan di aneka acara yang dilangsungkan di kota yang terkenal dengan gemulai para putrinya tersebut.

Gamelan Solo mampu merasuki budaya musik gamelan dunia. Bahkan saat ini unsur gamelan Solo sudah dikembangkan di berbagai grup musik di luar negeri. Sebagai contoh,  London telah mengadopsi gamelan Solo ke dalam 140 grup gamelan. Luar biasa animo pecinta musik dunia terhadap gamelan tradisional ini.

Bahkan kini para pemerhati musik dunia mulai berkiblat ke gamelan tradisional Solo untuk mengolah menjadi musik modern. Tidak sedikit yang mengirim anak negara dari setiap pemusik luar negeri untuk belajar gamelan di Indonesia khususnya Solo.

“Jangankan kami dari luar negeri, luar angkasa pun tertarik gamelan Indonesia,” seloroh salah seorang musisi asing yang belajar gamelan di rumah gamelan Solo.

Seloroh tersebut memang benar adanya karena gending Puspawarna karya seniman Mangkunegaran yang hidup di tahun 1853-1881 pernah mengumandangkan di pesawat voyager yang diluncurkan ke luar angkasa oleh NASA pada tahun 1977.

Musik gamelan Solo, sudah dikenal sejak abad ke-19

Memang sejak abad ke-19 musik gamelan khususnya Solo sudah cukup dikenal. Di masa penjajahan Belanda pun gelora musik gamelan Indonesia sudah dibawa ke negeri Belanda dan diadopsi di negara tersebut sehingga tidak heran jika ketika di beberapa area belanda, terdengar denting gamelan Jawa.

Saat ini karya musik gamelan Solo yang dikomposisi oleh Rahayu Supanggah banyak digelar di luar negeri. Baru-baru ini juga diadakan festival gamelan di London dengan menggelar karya Rahayu Supanggah dan Taufik Adam.

Sementara itu, pada Agustus 2018 lalu festival gamelan internasional digelar di Solo sepanjang Jl Slamet Riyadi hingga, Benteng Vredeburg, diikuti sekitar 73 musisi seantero dunia.

Gamelan Solo menjadi bukti karya anak bangsa, yang harus dijunjung tinggi. Musik asing boleh masuk ke nusantara namun budaya adiluhung bangsa, jangan pernah ditinggalkan.

Festival gamelan internasional telah mengajarkan kepada kita betapa karya nusantara begitu tinggi hingga digandrungi oleh para penggiat muasik dari beberbagai wilayah negara di dunia. Sampai mereka, rela jauh menyeberang negara hanya untuk belajar musik gamelan.

Dan kita sebagai warga tanah air harus lebih bergairah dan lebih menghargai karya mudik tradisional negeri ini.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Web Development by GARUDA.WEBSITE
Garuda Citizen Jateng adalah portal berita online dibawah badan hukum PT. Garuda Citizen. Memuat berbagai konten, seperti: berita politik, hukum, HAM, budaya, tradisi serta peristiwa menarik dan penting.