Hak Cipta

Kakanwil Kumham Jateng Serahkan Catatan Hak Cipta Lagu “Kudangan” Karya Ki Nartosabdho Ke Ahli Waris

Ki Nartosabdho sosok tak asing yang di kenal sebagai dalang kondang di Jawa Tengah. Lahir di Klaten, 25 Agustus 1925 meninggal di Semarang, 7 Oktober 1985 pada umur 60 tahun) adalah seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah, Indonesia. Nama asli Ki Nartosabdo adalah Soenarto. Merupakan putra seorang perajin sarung keris.

SEMARANG Garudacitizen Jateng – Kakanwil Kumham Jateng Apresiasi karya lagu “Kudangan”, sebuah mahakarya seniman dan Dalang Wayang Kulit legendaris dari Jawa Tengah yakni, Ki Nartosabdho. Karyanya resmi terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM sebagai sebuah Hak Cipta.

Dari beberapa karya cipta lagu gending jawa dari Almarhum Ki Nartosabdho, satu diantaranya yaitu “KUDANGAN” mendapat penghargaan hak cipta lagu.

Surat Pencatatan Ciptaan atas karya tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, A Yuspahruddin kepada Pemegang Hak Cipta lagu “Kudangan”, Jarot Sabdhono yang merupakan anak kandung Ki Nartosabdho, Kamis (30/12).

Prosesi penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan berlangsung di lobby Kanwil Kemenkumham Jateng, dengan disaksikan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Yuspahruddin dalam sambutan singkatnya mengatakan, “Hak Cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif, setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan”

“Dengan pendaftaran ini maka akan menimbulkan hak baik secara moril maupun materiil, kepada beliau atas komersialisasi terhadap lagu ciptaanya “Kudangan” tersebut,” Paparnya

Untuk itu, Kakanwil Kemenkumham Jateng mengapresiasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mendaftarkan karya-karya ciptanya sebagai sebuah Kekayaan Intelektual.

Kami mengimbau, bahwa kita semuanya, banyak sekali Hak Cipta. Jadi kalo ada orang lain yang mengkomersialkan lagu ini bisa diminta royalti,”

Oleh karena itu penting sekali untuk mendaftarkan hak cipta karya itu. Kita semua untuk mendaftarkan dan suatu saat nanti ada orang yang mengklaim, itu sudah dilindungi hukum, sebagai penguat hak cipta seseorang.” Ujar Kakanwil

Sementara, Walikota Semarang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencatatan ini. Hak Cipta atas lagu tersebut bisa menjadi inspirasi bagi seniman lainnya untuk mendaftarkan karya mereka.

“Saya dalam kesempatan ini mewakili masyarakat Semarang menyampaikan terima kasih kepada Pak Yuspahruddin selaku Kakanwil, mas Boyamin atas bantuannya untuk bisa membuat hak cipta atas lagu-lagu seniman legend kita Ki Nartosabdho,” Papar Hendrar Prihadi

“Pertama lagu “Kudangan” dan mudah-mudahan ini bisa menjadi sebuah momentum bahwa semua ciptaan seluruh warga bangsa ini khususnya seniman di Kota Semarang bisa diperlakukan seperti ini. Jadi mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk para seniman dan kita semua warga Bangsa Indonesia yang tinggal di Semarang,” pungkasnya.

Di lain pihak Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang merupakan kuasa hukum hak cipta Ki Nartosabdho menyatakan, ke depan dirinya akan mendaftarkan semua karya Ki Nartosabdho agar mendapatkan legalitas Hak Cipta dan menjadi warisan kesenian Bangsa Indonesia. Katanya

Bersamaan acara tersebut, Kakanwil Kemenkumham Jateng juga memberikan penghargaan kepada Walikota Semarang yang telah berhasil memfasilitasi 250 UMKM untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektual-nya (Merek).

Diketahui, Pemerintah Kota Semarang telah memberikan fasilitas kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah binaan mereka untuk mendaftarkan usahanya guna mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual, khususnya pendaftaran Merek.(Sumber Humas Kanwil Kumham Jateng/Red)

Leave a Comment