Statemen

Kecelakaan Pantura Kota Pekalongan Nihil

Kota Pekalongan, jateng.garudacitizen.com – Guna menekan resiko kecelakaan, Dinas Perhubungan Kota Pekalongan terus mengimbau agar para pemudik tetap mentaati rambu lalu lintas selama perjalanan arus mudik maupun arus balik ke kota tujuan masing-masing. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Lalu Lintas, Muhamad Restu Hidayat, S.SiT,M.T saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6/2019).

“Tertib terhadap rambu lalu lintas, jangan sampai di terobos, semua rambu2 yang dipasang itu tujuannya untuk mengarahkan pemudik atau pengguna jalan agar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan untuk terhindar dari resiko kecelakaan,” terang Restu.

Restu menjelaskan, selain mentaati rambu lalu lintas, para pengguna jalan juga harus terlebih dahulu memastikan kondisi fisik dan kondisi kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan mudik maupun balik ke kota perantauan.

“Para pemudik yang akan melakukan perjalanan baik mudik maupun balik, kami mohon persiapkan kendaraan dengan baik, jangan sampai kondisi kendaraan tidak fit. Cek kembali ban, kaca, dan sebagainya. Untuk penumpang siapkan fisik yang prima, pengendara mobil pribadi pastikan selalu memakai safety belt, istirahat yang cukup minimal setiap 4 jam sekali ke rest area. Hal ini juga berlaku bagi pengendara motor, jaga kondisi fisik, harus menggunakan helm. Jangan berboncengan lebih dari 2 penumpang, jangan berkendara dengan kecepatan terlalu tinggi dan yang terpenting selamat sampai tujuan,” papar Restu.

Dari data yang masuk ke Dinhub Kota Pekalongan, Restu menuturkan selama arus mudik hingga usai lebaran kejadian kecelakaan di Pantura Kota Pekalongan nihil korban.

“Informasi yang kemarin kami dapatkan selama arus mudik dan arus balik ita hanya terjadi dua kejadian lakalantas, yang pertama di exit tol antara Simpang Kalibaros dekat SMP IT dan Jalan Kusuma Bangsa. Jadi lokal kota saja. Sedangkan, untuk sepanjang jalur pantura Alhamdulillah nihil. Kejadian tidak berat dan masih bisa ditangani dengan korban luka ringan dan sedang, tidak sampai meninggal” tutur Restu.

Selama arus mudik (H-7) dan arus balik (H+7) lebaran Idul Fitri, pihaknya telah mengerahkan 42 personel Dinas Perhubungan dibantu instansi terkait lainnya setiap harinya selama 24 jam untuk membantu kelancaran lalu lintas.

“Sampai saat ini kami masih menugaskan personel-personel sebanyak 42 orang setiap harinya untuk berjaga terutama di Posko Induk Pengamanan Lebaran 2019 Dinhub Kota Pekalongan depan Terminal, Pos Duwet, Pos THR dan Matahari hingga H+7 (Rabu,12 Juni 2019) selama 24 jam untuk kepentingan arus mudik dan arus balik di Kota Pekalongan,” pungkas Restu. (GC.Tim)

Related posts

Wujudkan Pemerintahan Bersih Narkoba, ASN Dites Urine

Widodo

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim Pekalongan Sosialisasi P4GN

Widodo

Gapensi Kota Pekalongan Siap Bersikap Secara Profesional

Hadi Lempe

DLH : Laporkan Kegiatan Usaha Tak Miliki Izin Lingkungan

Widodo

Tahun 2019 Pemkot Fokuskan Pembangunan Pasar dan Penataan Kota

Widodo

Gernas Baku, Peran Orang Tua Ditekankan

Widodo

Leave a Comment