Ekonomi Ragam

Koperasi di Kota Pekalongan Harus Lebih Kreatif dan Terus Berinovasi Dalam IT

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Agar tetap sehat dan tidak dibekukan, koperasi yang ada di Kota Pekalongan diminta untuk mengikuti perkembangan teknologi dan harus bisa kreatif serta berinovasi seperti saat ini dilakukan oleh pelaku usaha pada umumnya. Hal itu penting agar koperasi dan jenis usaha kecil lain lebih kompetitif.

Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid,SE mengungkapkan bahwa, Kota Pekalongan telah memiliki image yang kental dengan julukan sebagai Kota Koperasi. Dimana Kota Batik ini telah berdiri sekitar 270-an koperasi yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Pekalongan, dan 90 persen diantaranya merupakan koperasi yang sehat dan rutin mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Hal ini menunjukkan berarti para pengurus dan managemen koperasi bisa mempertanggungjawabkan bagaimana keuangan di koperasi tersebut. Mudah-mudahan image ini juga berlanjut,” tutur Aaf saat memberikan pengarahan dalam Pelatihan Managemen Perkoperasian yang diadakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, bertempat di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Kamis(12/8/2021).

Menurut Aaf, para pengurus maupun managemen koperasi dalam era modern seperti saat ini harus lebih kreatif dan berinovasi dalam mengelola koperasi, salah satunya menyesuaikan diri dengan kecanggihan teknologi. Kreatifitas mengharuskan insan koperasi dapat berpikir berbeda dibandingkan insan yang lain, sedangkan inovatif mengharuskan insan koperasi dapat bertindak berbeda dengan insan yang lain. Insan yang kreatif dan inovatif akan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Dimana, insan koperasi yang harus disiapkan di era revolusi industri 4.0 adalah insan koperasi yang mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi. Dengan insan yang kreatif dan inovatif koperasi dapat memulai transformasi dirinya untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya sesuai era industri 4.0.

“Semuanya harus mengikuti perkembangan zaman, dituntut untuk bisa berkreasi dan inovatif. Kita contohkan di Koperasi Setono dimana di koperasi tersebut, pengurus bukan hanya menyewakan ruko/kios untuk para pedagang batik, tetapi mereka juga sudah merambah ke usaha lain seperti pom bensin, bahkan ada beberapa koperasi sekarang merambah ke bidang properti. Langkah-langkah kreatif ini harus dilakukan para pengurus dan managemen koperasi. Terlebih, saat ini sudah zamannya serba IT untuk bisa bergerak melayani secara mobile dalam setiap kegiatan perkoperasian mereka dalam rangka memudahkan para nasabah ataupun calon anggota koperasi mereka,” tutur Aaf.

Sementara itu, Plt Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Joko Purnomo,ST, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan bagi managemen perkoperasian ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 12-14 Agustus 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Adapun tujuan pelatihan yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021 adalah untuk melatih para pengurus koperasi agar menjadi koperasi yang sehat, maju dan mandiri.

“Kegiatan ini diikuti oleh 40 koperasi, mereka akan mendapatkan ilmu dan bekal pengetahuan dari narasumber mengenai pengelolaan koperasi agar tetap bisa menjadi koperasi yang sehat,maju dan mandiri,” pungkasnya.(HL/Dyfa)

Related posts

Dindagkop-UKM Targetkan Jumlah Eksportir Pekalongan Bertambah

Hadi Lempe

Lagi,Rumah Terbakar Ludes

Hadi Lempe

IGTKI Bagikan Paket Sembako untuk Guru Non-PNS Korban Rob

Hadi Lempe

Tingkatkan Nilai Ekonomi, Sampah Plastik Dibuat Tas

Widodo

Jalin Silaturahmi, Kapolres bersama Awak Media Kota Pekalongan

Widodo

Lonsor Menimpa Dua Rumah Milik Warga Dusun Keteleng Blado

Hadi Lempe

Leave a Comment