Maraknya Kasus Kejahatan Seksual Pada Anak, LPPAR Gelar Rakor dengan Pihak Sekolah.
Berita

Maraknya Kasus Kejahatan Seksual Pada Anak, LPPAR Gelar Rakor dengan Pihak Sekolah.

Kota Pekalongan – Menyikapi semakin maraknya kasus kejahatan seksual pada anak, Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaja (LPPAR) dibawah naungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan menyelenggarakan rapat koordinasi bidang LPPAR di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Senin (17/12/2018).

Dalam rakor tersebut dihadiri oleh jajaran DPMPPA, Pengawas Dinas Pendidikan (Dindik), Tim Teknis LPPAR, Para Kepala Sekolah se-Kota Pekalongan yang dibagi dalam dua sesi yakni untuk pagi hari dihadiri Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat, sedangkan di siang hari untuk wilayah Pekalongan Selatan dan Timur.

Rakor dimaksudkan untuk meminta masukan terkait penanganan permasalahan terhadap kasus kejahatan seksual pada anak dan remaja yg sering terjadi.

Kepala DPMPPA Kota Pekalongan yang diwakilkan oleh Sekretaris DPMPPA, Endro Purwiyatso yang membuka rakor tersebut menyampaikan bahwa adanya kenaikan kasus kekerasan pada anak, terutama pelecehan dan kekerasan seksual. Faktor penyalahgunaan gadget menjadi salah satu faktor pemicu masalah kejahatan tersebut sehingga si anak bisa mengakses situs-situs porno dengan leluasa. Hal ini perlu perhatian dan penanganan khusus untuk menekan jumlah kasus tersebut.

“Sudah banyak kasus pelecehan seksual yang masuk ke LPPAR dan saya rasa juga masih banyak yang belum melapor ke kami mungkin karena korban merasa malu, takut, atau bingung harus melapor kemana, kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah, dan yang sangat membuat miris para korban masih dibawah umur, masih duduk di bangku SD, pelakunya tak jarang dari orang terdekat mereka” ucap Endro yang juga selaku Ketua LPPAR Kota Pekalongan.

Lebih lanjut, Endro menerangkan selama ini pengawasan hanya diserahkan kepada pihak sekolah, semestinya hal ini juga tak luput dari pengawasan dan penangan dari semua pihak baik dari pemerintah, orangtua, masyarakat.

Endro menambahkan pentingnya komunikasi antara orangtua dengan anak, orangtua dengan dan guru atau pihak sekolah sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Rasa penasaran anak yg tinggi terhadap sesuatu yang diakses lewat gadget terkadang membuat para orangtua dan guru khawatir yang akan berdampak buruk bila tanpa pengawasan sehingga perlu penanganan yang bijak guna meminimalisir adanya pelecehan seksual pada anak.

Ditambahkan oleh Kepala Sesi Perlindungan DPMPPA Kota Pekalongan, Endah, sejak Oktober hingga November terdapat tiga kasus pelecehan seksual yang melapor ke LPPAR. Menurutnya, kasus yang dialami korban sering menimbulkan trauma bagi psikisnya.

” Jelas korban mengalami trauma tinggal bagaimana si anak mau memulihkan diri dan menyesuaikan, bagaimana lingkungan mau menerima dia kembali. Kami lakukan pembinaan bagi korban pelecehan seksual dan yang belum, kami harapkan kerjasama semua pihak tentang pentingnya pendidikan seks sejak dini bagi anak-anak. Anak-anak juga perlu dibekali tentang penggunaan gadget yang bijak, dan apa yang harus dilakukan apabila mengalami pengancaman secara fisik oleh orang lain seperti menolak, berteriak, ataupun lari,” ujar Endah.

Endah menghimbau masyarakat harus aware dan peduli bahwa efek kejahatan seksual tidak hanya sekedar saat ini saja melainkan bagaimana mencegah ke depan agar tidak terulang kembali. Sebab jika itu terjadi, akan ada banyak anak yang putus sekolah, merasa terasingkan dari lingkungan, dan tidak punya masa depan. (Dian)

Related posts

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, 30 Wirausaha Pemula Diberi Pelatihan

Hadi Lempe

Walikota Pekalongan Terima dan Restui Pramuka Saka Bahari

Widodo

BKB HI Posyandu Mawar RW 05 Sapuro Kebulen Wakili Kota Pekalongan dalam lomba BKB Tingkat Provinsi

Hadi Lempe

Gandeng Komunitas Peduli Lingkungan, KPU Sosialisasi di Jembatan Kali Bremi

Widodo

Banjir Landa Pekalongan, Warga Mulai Mengungsi

Widodo

Hari Jadi Pekalongan, Netzme Gelar Funtastic Fest Pekalongan 2019

Widodo

Leave a Comment