Press "Enter" to skip to content

Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Gelar Sosialisasi Dan Edukasi Bersama Pengusaha Pekalongan

Masyarakat Tanpa Riba (MTR) adalah Komunitas penggiat anti RIBA yang didirikan oleh Ustadz Samsul Arifin dan dikelola oleh seluruh warga MTR yang berada di seluruh Indonesia.

Pekalongan, GC – Bertempat di Hotel Santika Pekalongan, Sabtu (16/2/2019). Bersama dengan para pengusaha Kota Pekalongan, Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Kota Pekalongan menggelar seminar sosialisasi dan edukasi dengan mengusung tema “Hidup Tenang Tanpa Utang”.

Para peserta berasal yang sebagian besar adalah para pengusaha yang bergerak dalam berbagai bidang usaha, berasal dari kota Pekalongan dan sekitarnya, sangat antusias dan aktif dalam mengikuti seminar ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan tema kegiatan seminar tersebut.

Dalam acara seminar ini hadir 3 Narasumber, yaitu :

  1. Ustadz Aries Indiarto, SE, SY
    Adalah Dosen pengajar di salah satu Universitas di Kota Purwokerto, yang juga seorang Ahli Fiqih Muamallah dan Ahli Ekonomi Syariah.
  2. Dr. Isharyadi
    Seorang dokter spesialis penyakit dalam, pemilik klinik bersalin dan klinik kecantikan As-Salamah.
  3. Syaikhul Hadi
    Pemilik PT. Keraton Agri Ponorogo

Aji Suryo, Pengusaha dibidang property berbasis syariah, mengungkapkan “Seminar seperti ini adalah acara yang luar biasa dan sangat bermanfaat serta perlu diketahui oleh banyak orang”.

“Permasalahan bangsa saat ini, secara pribadi dan institusi yang paling terbesar adalah hutang. Dan itu sangat sistematis, hampir seluruh lapisan masyarakat mengalami hal yang sama, “ungkapnya.

Lanjut Aji Suryo, “harapannya, acara seminar seperti ini perlu sesering mungkin diselenggarakan karena ini bisa memberikan solusi kepada pengusaha dan masyarakat pada umumnya, “pungkasnya.

Kata HUTANG tak terlepas definisinya dari perbuatan meminjam sesuatu sebagai sarana alternatif penyelesaian masalah secara instant. Tak ada orang yang tidak terlepas dari lilitan hutang besar atau kecil sesuai dengan tingkat daya konsumtifnya terhadap sesuatu, atau dengan kasus tertentu dimana dana tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan yang mendesak. Dengan berhutang maka satu masalah selesai dan menyusul masalah lain dengan pesona yang berbeda.

Abdurrahman, salah seorang peserta seminar mengungkapkan, Ada kegalauan di dalam hatinya karena bisnis yang dia jalani berawal dari hutang. “untuk memulai bisnis, saya tidak punya modal. Makanya saya berhutang agar bisa menjalankan bisnis saya ini, “ucapnya.

Masyarakat Tanpa Riba (MTR) bergerak didalam dakwah, melakukan sosialisasi dan edukasi, memberikan pemahaman kepada umat agar terbebas dari jeratan hutang dan riba.

Dalam wawancara dengan garuda citizen, Mansyur, selaku ketua penyelenggara Masyarakat Tanpa Riba mengatakan, “Saat seseorang berhutang tentu banyak sekali konsekuensinya, baik konsukensi didunia maupun di akhirat. Kami ingin memberikan pemahaman kepada peserta dan pengusaha yang ada di Pekalongan bahwa dalam berhutang konsekuensinya sangat berat, kita lakukan himbauan, pemahaman, sosialisasi dan edukasi bagaimana caranya kita agar terbebas dari hutang dan riba, “jelasnya.

Dalam islam, hutang diperbolehkan. Namun konsekuensinya berat. Kita adalah umat yang kaya dan cerdas. Jangan sampai kita terjerat hutang gara-gara ingin mempunyai modal usaha, ingin mempunyai rumah, mobil dan sebagainya dengan cara berhutang. Ini merupakan perbuatan yang kurang terpuji. “pungkasnya. (Widodo)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Web Development by GARUDA.WEBSITE
Garuda Citizen Jateng adalah portal berita online dibawah badan hukum PT. Garuda Citizen. Memuat berbagai konten, seperti: berita politik, hukum, HAM, budaya, tradisi serta peristiwa menarik dan penting.