Press "Enter" to skip to content

Melihat Dari Dekat Kehidupan Seorang Sutopo Purwo Nugroho

Rasanya semua orang kenal dengan tokoh satu ini. Sutopo Purwo Nugroho adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat di BNPB. Seorang yang aktif dalam menginfokan berita bencana yang sedang terjadi di Indonesia lewat cuitannya di Twitter. Namun, sebenarnya siapakah beliau? Berikut beberapa fakta menarik.

Beberapa Kisah dan Perjalanan Panjang Sutopo Purwo Nugroho

Sutopo lahir di pada 7 Oktober 1969, di Boyolali Jawa Tengah. Sutopo merupakan anak pertama dari ayahnya yang bernama Suharsono Harsosaputro. Dan ibunya yang bernama Sri Roosmandari.

Laki-laki berumur 49 tahun ini merupakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB.

Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan bahwa pada tahun 2012, dirinya hampir menjadi profesor peneliti, namun digagalkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, karena posisinya sebagai peneliti Badab Pengkajian dan Penelitian Teknologi (BPPT), yang bekerja di BNPB.

Sutopo adalah alumni Universitas Gajah Mada dan Institut Pertanian Bogor. Sebelumnya, ia bekerja di pemerintahan. Dan akhirnya kini ditempatkan di BNPB sebagai Direktur Pengurangan Risiko Bencana.

Karier

Setelah menyelesaikan pendidikannya. Untuk pertama kalinya, ia bekerja di BPPT tahun 1994. Kemudian Sutopo bekerja di bidang penyemaian awan

Perlahan-lahan, Sutopo mulai naik jabatan, menjadi Peneliti Senior Utama.  Sebelum ia bekerja secara penuh di BNPB tahun 2010, ia hanya sekedar membantu BNPB saja. Pada awalnya, Sutopo bekerja di Direktur Pengurangan Risiko Bencana.

Pada bulan-bulan pertama ketika Sutopo bekerja, banyak terjadi bencana yang melanda Indonesia. Seperti banjir di Wasior,  erupsi Gunung Merapi, gempa bumi dan tsunami di Mentawai. Di tahun itu Sutopo diangkat menjadi Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat. 

Sutopo dikenal sangat aktif memberikan informasi tentang bencana di sosial media, ketika bencana tersebut sedang terjadi.  Selama ia bekerja di BNPB, Sutopo memperoleh penghargaan “Public Campaigner” tahun 2014 by rmol.co.

Tahun 2016, saat Gubernur Jakarta masih dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama, mengkritik mengenai kinerja lembaga penanganan bencana provinsi. Namun, Sutopo malah menyetujui ucapan Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

Sutopo mengatakan bahwa, kritik itu harus dianggap sebagai kritik yang membangun. Tahun selanjutnya, setelah Ahok ditahan karena kasus penistaan agama. Sutopo menggunakan akun Twitternya untuk memuji secara terbuka keberhasilan Basuki dalam menekan banjir Jakarta, ketika Basuki menginjak hari jadinya yang ke-51. Selia bekerja si BNPB, ia juga mengajar di IPBUniversitas Indonesia, dan Universitas Pertahanan Indonesia.

Keluarga

Sutopo menikahi Retno Utami Yulianingsih, dan memiliki 4 orang anak hasil dari pernikahan itu. Pada Januari 2018, Sutopo mengumumkan bahwa ia mengidap kanker paru-paru stadium IV, dan masih berada di bawah tahap perawatan.

Keluarga dan dokternya telah memintanya untuk berhenti beraktifitas, namun ia menolak. Meskipun sakit. Karenanya ia juga terpaksa pakai morfin. Ia juga masih tetap bersemangat dan tak pernah surut. Terutama jika berbicara dengan wartawan. Ia diketahui masih aktif memantau bencana di media sosial, menyediakan informasi, dalam berbagai kejadian.

Serupa tenggelamnya KM Sinar Bangun dan gempa Lombok pada 2018. Namun begitu, kegiatannya berkurang jauh, dan kini waktunya hanya terbatas pada kerja kantor saja.

Pendidikan

Sutopo menyelesaikan pendidikan SD, SMP, dan SMA dikampung halamannya. Setelah itu ia mendapat gelar S-1 geografis, di Universitas Gadjah Mada tahun 1993. Selanjutnya, ia mendapat gelar S-2 dan S-3 di Institut Pertanian Bogor, dengan mengambil bidang hidrologi.

Itulah tadi fakta menarik tentang Sutopo Purwo Nugroho. Semua yang dicapainya penuh perjuangan. Semoga hal itu bisa menginspirasi Anda juga.

Photo: Dok. Detik News

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Web Development by GARUDA.WEBSITE
Garuda Citizen Jateng adalah portal berita online dibawah badan hukum PT. Garuda Citizen. Memuat berbagai konten, seperti: berita politik, hukum, HAM, budaya, tradisi serta peristiwa menarik dan penting.