Feature

Memaknai Bela Negara, Kepala Kesbangpol Ajak Pentingnya Kesadaran Bela Negara.

Kota Pekalongan – Memperingati dan memaknai Hari Bela Negara yang jatuh setiap tangal 19 Desember, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Kota Pekalongan, Bambang Sumitro mengajak masyarakat Kota Pekalongan khususnya generasi muda dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya bela negara.

“Bela negara dimaknai sebagai sikap dan perilaku setiap warga negara dalam kecintaannya terhadap negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 demi menjaga kelangsungan NKRI. Bela negara itu penting untuk dapat dipahami bagi seluruh warga demi kelangsungan NKRI kaitannya kalau kita tidak memahami pentingnya bela negara, terus siapa kalau bukan kita. Kalau kita sudah memahami akan terwujud persatuan dan kesatuan dan menghindari dari perpecahan,” ucap Kepala Kesbangpol Kota Pekalongan saat ditemui di kantornya, Kamis (20/12/2018).

Kepala Kesbangpol Kota Pekalongan, Bambang Sumitro menuturkan bahwa sikap bela negara tidak hanya ditekankan kepada TNI,melainkan ini merupakan suatu kewajiban bersama bagi seluruh masyarakat untuk berperan aktif di dalamnya dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Sekarang situasinya sudah berbeda,kalau zaman dulu bela negara melalui perang melawan penjajah , kalau di zaman sekarang bisa dengan mengisi kemerdekaan yang telah direbut oleh para pendahulu (pahlawan) kita. Misalkan dari unsur pelajar, seorang pelajar harus mentaati peraturan sekolah, hadir tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh yang diharapkan bisa menjadi generasi yang cerdas sehingga kelak dapat mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sesuai dengan kemampuannya. Bagi olahragawan , berlatih dengan semangat agar bisa berprestasi untuk membawa nama baik kota asal maupun negaranya kemudian kita juga harus patuh dan menghormati terhadap orangtua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, Kesbangpol sebagai salah satu lembaga yang membantu melaksanakan tugas Walikota Pekalongan dalam bidang ideologi dan politik dalam negeri, berupaya menanamkan kecintaan terhadap negara melalui koordinasi upacara agar berjalan dengan baik, pembinaan wawasan kebangsaan terhadap generasi muda dan masyarakat terkait cinta tanah air. Kesbangpol senantiasa mendukung program Pemerintah Kota Pekalongan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal seperti ASN diminta untuk menggunakan sarung batik di moment tertentu sebagai suatu gerakan meningkatkan perekonomian dan mengenalkan budaya lokal setempat ditengah masuknya trend budaya asing.

Di tengah maraknya juga paham radikalisme yang dapat memecah belah bangsa, Kepala Kesbangpol menghimbau agar masyarakat khususnya generasi muda untuk mempelajari sesuatu dengan bijak dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterimanya apalagi menjelang tahun politik seperti sekarang ini.

“Dalam rangka mengantisipasi adanya paham radikalisme, kita berharap peran yang sudah menjadi mitra Pemerintah Kota Pekalongan, kebetulan di Kesbangpol punya Forum Kerukunan Umat Beragama, lewat media ini bisa disampaikan oleh mereka kepada jamaahnya agar saling menjaga kerukunan di masing-masing kegiatan keagamaan dan tidak mudah diadu domba. Kita berbaur dalam menjaga silaturahmi dan perbedaan. Perbedaan ini jangan dijadikan suatu perpecahan apalagi sebentar lagi tahun politik, semua bisa menyampaikan sesuai hati nurani. Pilihan boleh berbeda tapi kita tetap sodara,” pungkasnya. (Dian)

Related posts

Karakter Khas Orang Jawa Tengah, “Nrimo Ing Pandum”

Dedi Ariko

Misteri & Tradisi Ruwatan Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng

Dedi Ariko

Bambangan Cakil, Tari Khas Jawa Tengah

Dedi Ariko

Uniknya Tradisi Dugderan di Semarang, Simbol Persatuan & Kerukunan Umat Beragama

Dedi Ariko

Sejarah Tersembunyi Gunung Kidul Jawa Tengah

Dedi Ariko

√ Tungguk Tembakau, Festival Panen Warisan Nenek Moyang Di Lereng Merbabu

Dedi Ariko

1 comment

Neurolism (@neurolism) Januari 6, 2019 at 6:27 pm

Test

Leave a Comment