Merti Dusun - Kemiri Desa Getas, Disertai Pembukaan Desa Wisata Alam
Sosial Budaya wisata

Merti Dusun – Kemiri Desa Getas, Disertai Pembukaan Tempat Wisata Alam

Gelaran Merti Dusun Kemiri Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, pada Minggu (15/12/2018) berlangsung meriah. Dalam pelaksanaan tradisi tahunan ini, juga disertai pembukaan tempat wisata alam.

Acara yang juga disebut sebagai selamatan kampung ini, di hadiri calon Anggota Dewan DPRRI Elman Saragih, Kepala desa, Muspika, kalangan pejabat dinas kabupaten Temanggung, Linsek.

Merti Dusun ini merupakan aktualisasi nguri-uri budaya jawi atau adat istiadat. Artinya, sebuah upaya melestarikan budaya jawa.

Sebagaimana diungkapkan oleh panitia penyelenggara, Ontong Supriyanto (38). Merti Dusun ini adalah kegiatan turun menurun. Dilakukan dari nenek moyang sebelumnya. Dimana harapannya, para warga seluruh dusun Kemiri, senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan dan rejeki yang melimpah ruah.

“Acara ini, selalu dijalankan seluruh warga dusun kemiri, secara rutin,” ujar Otong.

Dalam kegiatan Merti Dusun kali ini, dibarengi dengan pembukaan wisata baru. Dinamai, Wisata Bhineka Tunggal Ika. Artinya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Menurut Otong, kenapa mengambil dari nama bhinneka tunggal ika? Karena di wilayah Kecamatan Kaloran, ada beragam sistem keyakinan. Tidak hanya satu agama. Ada agama Islam, Budha, Kristen.

Dengan adanya perbedaan agama, adat istiadat budaya, harapannya, warga terjalin kerukunan. Serta, mendapatkan ketentraman dan juga kesejahteraan.

Selain itu, Wisata Alam Bhineka Tunggal Ika ini, diharapkan dapat memajukan potensi kampung Kemiri.

“Semoga Kampung Kemiri bisa terkenal lebih luas lagi,” ungkap Otong Supriyanto antusias.

Secara terpisah, Elman Saragih dalam sambutannya, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan warga tersebut. Katanya, Merti Dusun ini dapat menjadi ajang dalam memajukan dan mengembangkan kebudayaan jawa. Artinya memang harus betul betul di uri-uri.

Apalagi, lanjutnya, saat ini, banyak masuk budaya asing. Sebagian bertolak belakang dengan budaya jawa.

“Merti Dusun harus selalu di laksanakan. Jangan sampai di kalahkan budaya asing,” ujar Elman.

Elman mengaku bangga dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh warga Dusun Kemiri. Apalagi dibarengi juga dengan peresmian kampung wisata dengan segala keaneka ragaman, keahlian, yang di pamerkan kepada seluruh pengunjung.

“Saya acung jempol kepada warga dusun Kemiri,” ujar Elman.

Merti Dusun dan di bukanya tempat wisata, akan mendorong warga menjadi lebih pandai, inisiatif, dan kreatif. Hal ini akan tercipta kesejahteraan, kemajuan dan perkembangan sebuah wilayah dalam menyonsong era globalisasi modern.

Merti Dusun, Tradisi Bersyukur Penuh Makna

Merti Dusun merupakan tradisi budaya sarat makna. Sebuah warisan leluhur sejak zaman Mataram Kuno. Terus berlanjut dan eskis memasuki Mataram Islam. Bahkan hingga saat ini.

Secara harafiah, Merti Dusun artinya adalah bersih desa. Tradisi ini, mengandung nilai-nilai luhur. Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala rahmat, berkah dan rezeki dalam kehidupan manusia.

Tradisi Merti Dusun, bentuknya semacam perayaan. Biasanya, digelar setiap tahun setelah panen raya. Dan pada konteks muatan perayaan bersih desa ini, mengandung nilai-nilai filosofi tradisi Jawa. Dimana dalam setiap gelarannya, diadakan berbagai kegiatan.

Salah satu bentuk ucapan syukur tersebut, di wujudkan dengan adanya ‘gunungan’. Berupa berbagai hasil bumi. Seperti sayuran dan buah-buahan. Diarak mengelilingi kampung, yang nantinya akan di perebutkan masyarakat.

Tradisi adat istiadat ini, sering di jumpai, hampir di seluruh pedesaan di pulau Jawa.

Semangat untuk menghidupkan tradisi ini sendiri, sudah dilakukan sejak lama. Merti Dusun, di harapkan diharapkan dapat mendorong masyarakat menyadari hubungannya dengan Tuhan, alam dan sesama manusia.

Related posts

Rangkaian Prosesi Acara Pernikahan Adat Jawa Tengah yang Penuh Makna

Dedi Ariko

Nissa Sabyan : “Islam adalah agama perdamaian, bukan teroris”

Hadi Lempe

Santri Pekalongan Gelar Doa Bersama dan Sholat Ghaib untuk Korban Terorisme Selandia Baru

Hadi Lempe

K-Poride Gelar Giat Kerja Bakti di Bantaran Sungai Poncol

Widodo

Peringati HUT Bhayangkara ke-73, Polresta Pekalongan Gelar Kerja Bakti Sosial

Widodo

Wiwik Fals Meriahkan Pasar Jajan Gratis Sapuro Kebulen

Widodo

Leave a Comment