Ngrumat Kali Kupang, Bentuk Keprihatinan dan Kepedulian Kondisi Sungai
Sosial Budaya

Ngrumat Kali Kupang, Bentuk Keprihatinan dan Kepedulian Kondisi Sungai

Kota Pekalongan, GarudaJateng – Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi sungai, Digelar Gerakan Ngrumat Kali Kupang”. Jum’at (1/11/2019).

Susur sungai diawali dengan uluksalam dan tabur bunga. Mengambil titik start Jembatan Kali Kupang dan berakhir di Dermaga IPAL Kauman. Kegiatan dilanjutkan sarasehan dan berdialog dengan masyarakat setempat.

Turut berpartisipasi komunitas Sapulidi, komunitas Tosan Aji, Budayawan dan seniman, PARFI kota Pekalongan, BPBD dan komunitas kampung batik dalam kegiatan Gerakan Ngruwat Kali Kupang.

Kegiatan “Ngrumat Kali Kupang” di sepanjang kali kupang kota Pekalongan

Rangkaian Ngrumat Kali Kupang telah dimulai sejak Senin kemarin. Dengan kegiatan bersih-bersih bantaran sungai oleh komunitas Sapulidi dan Dinas Lingkungan Hidup kota Pekalongan.

Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, SE. Turut hadir dalam sarasehan dan berdialog dengan warga setempat. Serta sangat mengapresiasi dengan yang dilakukan semua pihak yang terlibat dalam acara Ngrumat Kali Kupang Tahun 2019.

“Kami sangat berterimakasih ada sejumlah komunitas yang hadir pada acara Ngrumat Kali Kupang ini. Bersama-sama melakukan aksi memelihara lingkungan, memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan sungai,” ucap Aaf, sapaan akrabnya.

Aaf berharap kegiatan kepedulian lingkungan ini tidak hanya diadakan event tahunan saja, melainkan bisa rutin setiap bulan atau bahkan setiap minggu.

Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, SE dalam kegiatan sarasehan dan berdialog dengan masyarakat setempat.

“Sekarang bukan zamannya saling mengkritik, saling menyalahkan, saling lempar tanggung jawab. Tapi zamannya bagaimana bersama-sama menyelesaikan masalah dan bahu-membahu Ngrumat Kali Kupang,” pungkas Aaf.

Aaf sangat mengapresiasi eksistensi masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya Komunitas Sapulidi. Tanggap bergerak secara kondisional dan siap turun dalam aksi nyata peduli lingkungan dimanapun tempat, khususnya kota pekalongan. (GC.Tim)

Related posts

Hari Peduli Sampah, Koramil 09 Buaran Lakukan Bersih Jum’at Pagi

Widodo

Rangkaian Prosesi Acara Pernikahan Adat Jawa Tengah yang Penuh Makna

Dedi Ariko

Jlamprang Kultur Meriahkan Syawalan Kota Pekalongan

Widodo

Uniknya Tradisi Dugderan di Semarang, Simbol Persatuan & Kerukunan Umat Beragama

Dedi Ariko

Pekalongan Timur Kembangkan Kampoeng Wisata Edukasi Pendidikan Anak

Widodo

Upayakan Ketahanan Pangan, Dinperpa Gelar Lomba Cipta Menu

Widodo

Leave a Comment