Berita Ekonomi

Nilai Ekspor Kota Pekalongan Lampaui Target

Kota Pekalongan – Nilai ekspor dari Kota Pekalongan selama tahun 2018 telah melampaui target sebesar 19,6 juta USD. Capaian tersebut meningkat dari target yang telah ditetapkan di tahun 2018 yakni 18 juta USD.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM), Sri Haryati, mengatakan bahwa ada 19 perusahaan di Pekalongan yang telah melaporkan hasil ekspor ke Dindagkop-UKM baik yang melaporkannya lewat sistem e-SKA, telepon, maupun yang didatangi langsung.

“Untuk realisasi ekspor tahun 2018, dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, ada 19 perusahaan yang telah melaporkan ekspornya. Datanya dari e-SKA, lewat telepon maupun kami mendatangi langsung ke perusahaannya. Di tahun 2018, nilai ekspor telah melampaui target yang telah ditetapkan RPJMD Kota Pekalongan yaitu sebesar 19,6 jt USD,” kata Haryati saat menghadiri rapat di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Senin (14/01/2019).

Adapun komoditi yang paling banyak diekspor diantaranya sarung batik, kain batik, berbagai jenis ikan, dan sarang burung walet yang diekspor ke sejumlah negara-negara.

“Komoditi yg paling banyak diekspor yakni sarung batik, kain batik, karena kita daerah pantai ada juga ikan, sarang burung walet. Negara-negara tujuan ekspor antara lain ke Malaysia, Thailand, Singapore. Untuk sarang burung walet biasanya ke Hongkong dan China. Sedangkan kain batik ke Australia, Saudi Arabia, India, Iran, Taiwan, dan Nigeria,” jelas Haryati.

Diterangkan Haryati, Dindagkop-UKM akan terus berusaha meningkatkan nilai ekspor Kota Pekalongan setiap tahunnya dengan memberlakukan hasil pelaporan ekspor yang diminta sejak awal tahun ke perusahaan.

“Langkahnya kita datangi ke perusahaan-perusahaan, ada 19 yang baru melaporkan mungkin kalau kita minta data seperti sarang walet itu baru 3 perusahaan. Ada perusahaan lain kita akan datang dan memberikan informasi kepada perusahaan itu untuk melaporkan ekspornya, karena merupakan target dari Pemerintah Kota Pekalongan. Untuk tahun depan, harapannya perusahaan yang melaporkan akan bertambah, lebih dari 19 perusahaan sehingga nilai ekspornya akan naik tiap tahunnya,” imbuh Haryati.

Pencapaian hasil ekspor ini juga tak lepas dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

melalui pendidikan dan pelatihan tentang tata cara mengekspor produk barang untuk merambah ke pasar Internasional.

Haryati berharap di tahun mendatang, tidak hanya komoditi batik dan ikan saja yang diekspor ke mancanegara, melainkan ada produk makanan khas Kota Pekalongan yang dapat menyusul diekspor.

“Terkait megono yang dikalengkan kemarin sudah ada kajian analisisnya, tapi kita belum tau hasilnya. Kita diundang ke Bappeda dengan Dinas Kesehatan katanya mau di pack agar tahan lebih dari sehari,” pungkasnya

(Dian)

Related posts

Banjir Landa Pekalongan, Warga Mulai Mengungsi

Widodo

Dandim Pekalongan : Tangkal Budaya Asing Dengan Cinta Tanah Air

Hadi Lempe

Pleno DPTb 2, KPU Tetapkan 825 Pemilih Masuk, 1268 Pemilih Keluar

Widodo

Mobdin G 9506 PA Kena OTT Petugas Lantas

Widodo

Ratusan Rumah di Sukoharjo Rusak Diterjang Puting Beliung

Widodo

Santri Pekalongan Gelar Doa Bersama dan Sholat Ghaib untuk Korban Terorisme Selandia Baru

Hadi Lempe

Leave a Comment