Sosial Budaya

Nissa Sabyan : “Islam adalah agama perdamaian, bukan teroris”

Pekalongan, GC-Ribuan penggemar dari berbagai daerah di Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal dan sekitarnya antusias menyambut penampilan Grup musik religi Sabyan Gambus dalam tema “Sholawat untuk ibu Pertiwi” yang digelar di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan (22/12/2018) pukul 16.00 WiB.

Grup yang beranggotakan Khoirunnisa atau lebih dikenal dengan sebutan Nissa (vokalis), Ahmad Fairuz atau Ayus (keyboard), Sofwan Yusuf atau Wawan (perkusi), Kamal (darbuka), Tubagus Syaifulloh alias Tebe (biola), dan Anisa Rahman (vokalis latar) itu berhasil mencuri perhatian penonton dengan lagu-lagu bersyair shalawat.

Pada pertengahan lagu Deen Assalam, Nissa sang vokalis menyampaikan bahwa Islam adalah agama perdamaian dan Islam bukan teroris, disambut tepuk tangan ribuan penonton.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, S.H. MSi dalam sambutannya mengatakan, dirinya sengaja menggandeng Sabyan Gambus sebagai kado di Hari Ibu Ke-90 sekaligus mendukung brand Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri serta mengajak masyarakat pekalongan agar senantiasa rajin bershalawat.

Turut hadir K.H. Muhammad Yusuf Chudlori, wakil ketua DPRD Provinsi Jawa tengah H Sukirman, SS, komisi VIII fraksi PKB drs H. Bisri Romli, MM dan ketua DPRD kabupaten Pekalongan Dra. Hj Hindun, MH.

K.H. Muhammad Yusuf Chudlori atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Yusuf, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa tengah dalam tausiahnya menegaskan, bahwa meletakkan akhlak di atas ilmu menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anak pada orang tua, serta mengajak kita untuk selalu menghormati orang tua, menghormati sesepuh dan menghormati kyai atau ulama serta berharap berkah shalawat ini pekalongan menjadi kota yang damai. (Widodo)

Related posts

Teater RSPD Tegal, Suguhkan Lakon “Mantu Poci”

Widodo

Penyair Nasional Giat Literasi Sastra Masuk Sekolah

Widodo

Julukan Baru Solo, Kota Festival Gamelan Internasional

Dedi Ariko

Rangkaian Prosesi Acara Pernikahan Adat Jawa Tengah yang Penuh Makna

Dedi Ariko

Pawai Pajang Jimat 2018 Berlangsung Meriah

Hadi Lempe

Hadi Lempe, Dalam Sastra Balai Budaya Rejosari Kudus

Widodo

Leave a Comment