Ragam

Optimalkan PPKM Mikro Hadapi Pemudik Yang Lolos

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Meski masa pengetatan larangan mudik telah diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021. Sejumlah penyekatan hingga screening deteksi dini Covid di Kota Pekalongan juga dilakukan secara ketat. Namun, masih ada saja pemudik yang lolos dari penyekatan dan telah sampai ke kampung halamannya lebih awal, salah satunya pemudik asal luar Kota Pekalongan yang pulang ke kampung halamannya di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Pekalongan Timur.

Camat Pekalongan Timur, Nur Sobah,Ssos,MM menyebutkan bahwa terhitung dari tanggal 4 Mei 2021 sore, tercatat sudah ada 34 pemudik baik dari luar Kota Pekalongan, luar Provinsi Jawa Tengah, dan bahkan luar negeri yang sudah tiba di kampung halamannya di beberapa kelurahan yang tersebar di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur. Untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19, pihaknya mengoptimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan.

“Dari laporan yang masuk ke kami, sudah ada 34 pemudik tiba di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur. Kami menerima laporan dari kelurahan-kelurahan yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan RT/RW dibawahnya. Untuk menekan angka kasus Covid-19 di wilayah kami, kami mengoptimalkan kegiatan PPKM Mikro dari Satgas Covid-19 yang ada di kecamatan dan kelurahan-kelurahan untuk bisa berkoordinasi dengan RT/RW di wilayah masing-masing untuk aktif melaporkan data para pemudik yang sudah datang, sementara di tingkat kecamatan,kami selalu intens berkomunikasi dengan jajaran Polsek,Koramil dan Puskesmas setempat untuk melaksanakan tracking (pelacakan) para pemudik tersebut,”terang Nur Sobah.

Menurut Nur Sobah, dari 34 pemudik tersebut dalam kondisi sehat dan beberapa diantaranya telah membawa surat keterangan bebas Covid-19 dengan dibuktikan hasil non reaktif/negatif tes swab antigen/PCR yang dijalaninya paling tidak H-3 sebelum perjalanan mudiknya. Sementara, yang belum membawa surat keterangan bebas Covid-19, pihaknya meminta (pemudik) untuk menjalani swab antigen/PCR secara mandiri. Lebih lanjut, Nur Sobah menjelaskan, meskipun sudah tiba di kampung halamannya, para pemudik tersebut harus melakukan isolasi mandiri minimal 5-10 hari dan tidak boleh melakukan aktivitas di luar rumah terlebih dahulu secara leluasa,sebelum selesai dari masa pemantauan petugas puskesmas setempat.

“Ada salah satu warga yang melakukan perjalanan mudik dini dari Singapore dengan tujuan wilayah Kelurahan Kalibaros,Kecamatan Pekalongan Timur. Namun, yang bersangkutan saat ini sedang karantina di Surabaya,Jawa Timur sebelum melakukan perjalanan ke daerah tujuan. Kami juga sudah menyampaikan kepada 4 puskesmas yang ada di wilayah kami untuk aktif melakukan tracking dan mengecek kesehatan para pemudik seperti pengukuran suhu badan, dan menanyakan sejauh mana ketika mereka melakukan perjalanan mudik kesini,apakah ada gejala sakit atau tidak secara mendetail. Kami terus menginstruksikan kelurahan-kelurahan di wilayah kami untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama kepada pra Satgas Covid-19 di lapangan untuk memaksimalkan pengawasannya kepada masyarakat sekitar khususnya pemudik maupun warga asal luar daerah yang mengunjungi kerabatnya atau ibu hamil yang rentan tertular tetap menjadi perhatian pemantauan,”pungkasnya.

(HL/Sekar)

Related posts

Hindari Kluster Baru,Dinkes Lakukan Surveilans dan Upaya Pencegahan Covid di Lokasi Pengungsian

Hadi Lempe

Lepas Sambut Dandim 0710 Pekalongan

Hadi Lempe

Pemerintah Kota Pekalongan dan Para Awak Media Kaji Terap Keprotokoleran ke Kabupaten Bantul

Hadi Lempe

Launching Internet Gratis, Akses Informasi dari Siswa Hingga Pelaku UMKM

Hadi Lempe

Selawi Berduka, Bupati Ki Enthus Sukmono Meninggal Dunia

Hadi Lempe

Pemkot Ikuti Uji Publik KIP 2020, Masuk 19 Besar

Hadi Lempe

Leave a Comment