Puisi Ragam Sastra

Para Musisi Lokal Malang, Ramaikan Pameran Tunggal “Pesta Sedih”

Kehebatan kelompok musisi lokal Malang, mengguncang di riuh Pameran Tunggal yang dikemas dalam tajuk “Pesta Sedih” berlangsung meriah.

Malang, jateng.garudacitizen.com – Rangkaian acara Pameran Tunggal “Pesta Sedih” dalam rangka launching brand kaos #estetikasedih, pada Senin malam (21/7/2019). Acara ini dimulai pada pukul 19.00-21.00 WIB, bertempat di Rumah Malang Creative Fusion, Jl. Bantaran I no. 45 Malang.

Pentas ini dibuka dengan penampilan Daraisme, duet dialog puisi asal Malang. Dilanjutkan dengan penampilan monolog dari Teater Hampa Indonesia oleh Rajabi, Saleh Atuany musisi dari Maluku, dll.

Ditutup dengan musisi bintang tamu, Riant Daffa. Penutupan yang disajikan dalam bentuk pentas seni dan sastra “Sedih Seni Sedih” ini dihadiri banyak penonton, seperti mahasiswa, guru, maupun umum.

Di tengah-tengah pentas, owner serta penggagas pameran, Hafizah Amalia, menjelaskan tentang beberapa aspek Pameran Tunggal “Pesta Sedih”-nya. Dimulai dari tujuan membuat pameran hingga kenapa menggunakan konsep bernuansa mistis. “Iya sih, padahal sedih tapi kenapa mistis,” kilah Amalia ketika di temui jateng.garudacitizen.com.

Awalnya, Amalia ingin menggunakan konsep gelap terang dengan gradasi pencahayaan. Namun adanya kesalahan teknis tiga jam sebelum pameran dibuka, Amalia pun mengganti konsep. “Tapi, ya sudahlah. Kan Sedih itu siklus, bisa berubah jadi perasaan apa pun, termasuk rasa takut.” ujar mahasiswi UM Jurusan Sastra Indonesia ini.

Sedangkan menurut pengunjung, Alfiecca Navalia, seramnya settingan pameran ini bisa memberikan makna ‘Pesta Sedih’ dengan cara yang unik. “Jadi meski serem, kita belajar kalau sedih itu nggak boleh takut.” ujar mahasiswa UM jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Terundangnya para musisi lokal di Malang pada acara tersebut juga dibantu banyaknya relasi dan apresiasi musisi itu sendiri. Tak sedikit yang diundang secara pribadi oleh Amalia untuk menghadiri sekaligus tampil di pamerannya. “Saya senang kawan-kawan mau datang dan menyampaikan sedih dan sambat mereka di panggung dalam bentuk seni. Saya suka seniman. Mereka pemberani,” ujar Amalia.

Lebih lanjut diharapkan, banyak orang yang semakin berani berpendapat tentang sedih. Karena dengan begitu, akan banyak menolong atau menanggulangi masalah kesehatan mental di masyarakat.

Di pengujung acara dengan ditutup musikalisasi kolaborasi antara Riant Daffa dan Daraisme, pameran tunggal “Pesta Sedih” pun resmi ditutup. Namun, dikabarkan bahwa #estetikasedih akan unjuk gigi di acara workshop terapi bipolar beberapa bulan mendatang. Papar Amalia. (widya)

Related posts

Aneh…Penjual Obat Mercon Aman, Sementara Pembeli Dihukum

Hadi Lempe

PP Temanggung Galang Dana Peduli Lombok

Hadi Lempe

Hari kelima, Pramuka Saka Bahari Jateng Tampilkan Tari Semaphore

Hadi Lempe

Puluhan ASN Luar Daerah Ikuti Upacara Hari Kelahiran Pancasila di Kota Pekalongan

Widodo

Kodim Pekalongan dan Komponen Masyarakat Giat Bersih Lingkungan

Widodo

Menapak Jejak Penyair Pekalongan Hadi Lempe, di Kota Tegal

Widodo

Leave a Comment