HukumStatemenVideos

Pelaku Penyiraman Air Keras ke Istri dan Ibu Mertua Akhirnya Ditangkap Polisi

Pekalongan, jateng.garudacitizen.com – Sat Reskrim (Resmob) Polres Pekalongan Kota berhasil menangkap satu orang tersangka tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, pada Selasa, (18/6/2019) di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Setelah sekitar 1 bulan lebih aksi berupa kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, yakni dengan sengaja menyiramkan air keras kepada istri EPR (32th) dan Ibu mertuanya K (41th). Polisi akhirnya berhasil menangkap satu pelaku, R (32th) alias Bolot, yang merupakan suami korban, warga desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP, Ferry Sandy Sitepu, menjelaskan kronologis kejadian dan pengungkapan kasus tersebut saat Konferensi Pers di Aula Polresta Pekalongan, Rabu (31/7/2019).

Simak video berikut :

KRONOLOGIS :

Awalnya, Pada Selasa, (18/6/2019) sekira pukul 09.30 WIB, setelah sidang cerai dengan istri tersangka EPR di Pengadilan Agama Kajen, Kabupaten Pekalongan. Tersangka R yang memang sudah ada niat untuk menyiramkan air keras kepada istri dan Ibu mertuanya lantas melakukan aksinya.

Tersangka melakukan penyiraman air keras kepada istrinya sebanyak dua kali, dan menyiramkan air keras ke Ibu mertua sebanyak satu kali. Air keras yang oleh tersangka sudah ditempatkan di kaleng bekas permen Blaster, kemudian air keras tersebut disiramkan ke istri tersangka mengenai wajah sebelah kanan selanjutnya disiramkan lagi dengan tujuan ke wajah istrinya, namun istri tersangka membalikkan badan yang kemudian mengenai tangan kanan bagian belakang.

Salah satu barang bukti 1 potong daster batik warna kuning

Posisi Ibu mertua saat itu duduk di sebelah istri tersangka, kemudian tersangka juga menyiramkan air keras tersebut ke Ibu mertua sebanyak satu kali mengenai wajah hingga Ibu mertua jatuh terguling dilantai. Setelah melakukan aksinya, tersangka kemudian melarikan diri ke Jakarta selama satu minggu, kemudian ke Balikpapan selama dua minggu kemudian kembali lagi ke Jakarta sekitar sepuluh hari.

Polisi pun terus melakukan penyelidikan, sampai akhirnya tersangka ditangkap di Jakarta oleh jajaran Sat Reskrim (Resmob) Polres Pekalongan Kota.

Kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka berat, sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (2) sub pasal ayat (1) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak tiga puluh juta rupiah. (Widodo)

Related posts

Tumpukan Ban Bekas di Lapangan Tembak Mako Brimob Terbakar

Hadi Lempe

Sinergi Bersama Bangun Kota Pekalongan, Habib Luthfi Akan Audiensi dengan Presiden Jokowi

Hadi Lempe

Berkah Idul Fitri, 168 WBP Rutan Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Hadi Lempe

SMA Negeri 1 Wiradesa Gelar Dies Natalis ke-39

Hadi Lempe

Tak Sesuai Konstitusi, Pencopotan Fadel Muhammad Dari Wakil Ketua MPR Oleh DPD Cacat Hukum

Hadi Lempe

Polres Pekalongan Ringkus Seorang DPO Perdagangan Orang

Hadi Lempe

Leave a Comment