Ragam

Pelaku Usaha Dipacu Bidik Perluasan Pasar Ekspor Baru

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng- Produk-produk kreatif asli buatan Kota Pekalongan sangat berpeluang besar serta bersaing dengan produk daerah-daerah lain untuk bisa diekspor. Perluasan pasar ekspor saat ini sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, termasuk perekonomian di Kota Pekalongan. Selama peluang untuk memperluas pasar (termasuk pasar ekspor) terbuka lebar, semestinya para pelaku usaha di Kota Pekalongan segera melakukannya secara masif. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM), Bambang Nurdiyatman,S.H saat membuka kegiatan pelatihan pemasaran ekspor selama 3 hari (30 Maret-1 April 2021), bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan RI, di Hotel Horison Pekalongan,Selasa (30/3/2021).

Dodik, menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan pelatihan pemasaran ekspor ini adalah memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha di Kota Pekalongan mengenai bagaimana tata cara melakukan ekspor secara mandiri dan memperluas pangsa pasar baru hingga ke beberapa negara khususnya di negara-negara Eropa.

“Pesertanya adalah para pelaku usaha di Kota Pekalongan yang telah memiliki kemampuan untuk melakukan ekspor produk-produknya. Peluang produk-produk asli buatan Kota Pekalongan ini sangat luar biasa, selama ini kebanyakan dari pelaku usaha masih melakukan ekspor melalui pihak ketiga,”tuturnya.

Menurut Dodik, produk-produk kreatif asli Kota Pekalongan yang saat ini telah diekspor ke sejumlah negara di Asia,Afrika,dan Eropa diantaranya produk kerajinan tangan, batik, sektor perikanan, makanan,minuman, dan sebagainya. Lebih lanjut, Dodik menjelaskan, bahwa pemasaran digital perlu disosialisasikan secara luas kepada para pelaku usaha, khususnya UKM, sehingga dapat dipahami dan dimanfaatkan secara efektif sebagai upaya menunjang perluasan akses produk Kota Pekalongan ke pasar global. Di era revolusi industri 4.0 ini, segala hal dapat dikendalikan dari segala tempat melalui dalam jaringan (daring).

“Sistem ekonomi saat ini menggeser model pemasaran bisnis yang konvensional menjadi digital,sehingga harus dimanfaatkan betul-betul oleh para pelaku usaha untuk melihat peluang kebutuhan pasar dalam memasarkan produknya dan menjaring potensi konsumen lebih besar, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, mereka bisa menerapkan ilmu yang didapatkannya agar bisa paham mengenai tata cara ekspor , persyaratan melakukan ekspor apa saja, perluasan target pangsa pasar mau di negara mana saja, sehingga nantinya mereka berani mulai merintis melakukan ekspor secara mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan BBPPEI Kementerian Perdagangan Indonesia, Supriyanto mengaku bahwa potensi produk-produk yang dihasilkan Kota Pekalongan sudah bagus dan mampu bersaing untuk di ekspor ke sejumlah negara. Dalam kegiatan pelatihan ini, dari BBPPEI terus melakukan pendampingan kepada para peserta pelatihan untuk menjembatani antara para pelaku usaha dengan perwakilan dagang di luar negeri untuk memudahkan mencari pangsa pasar.

“Pelatihan ini kami adakan selama 3 hari,mulai hari ini hingga tanggal 1 April mendatang. Para peserta akan diberikan ilmu mengenai kesiapan ekspor, penentuan pasar dan produk potensial, strategi penentuan harga ekspor, distribusi ekspor,teknik promosi mencari pembeli, pemasaran ekspor,dan sebagainya dari para praktisii dan pelaku usaha yang sudah berhasil. Nanti kami akan memberikan alamat email atau kontak perwakilan dagang di sejumlah negara untuk memudahkan mereka memasarkan produknya,” terang Supriyanto.

Supriyanto menyebutkan, meski pandemi ini belum berakhir,namun kegiatan pangsa ekspor Indonesia saat ini terus meningkat,sehingga pihaknya terus mendorong para pelaku usaha untuk tetap semangat, serta konsisten dalam memproduksi produknya secara masif dan meningkatkan kualitas produknya agar dapat dilirik oleh pangsa pasar yang lebih luas lagi.

“Justru peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha. Jangan karena pandemi,terus mereka pesimis,mereka tetap bisa melakukan ekspor sesuai anjuran protokol kesehatan yang berlaku,” pungkasnya.

(HL/Sekar)

Related posts

Kelanjutan BPUM, Dindagkop-UKM : Tunggu Surat Resmi dari Kemenkop-UKM

Hadi Lempe

Harhubnas 2020, Wujudkan Transportasi Aman dan Nyaman Di Tengah Pandemi

Hadi Lempe

Paripurna DPRD, Tetapkan Paslon Aaf-Salahudin Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Periode 2021-2024

Hadi Lempe

BMKG Prediksi Potensi Curah Hujan Masih Terjadi Hingga Maret

Hadi Lempe

OPD Pekalongan Selusur Sungai Loji

Hadi Lempe

Bantu Ketersediaan Darah, TNI dan Masyarakat Ikut Donor Darah di Polres Pekalongan

Widodo

Leave a Comment