WC Komunal
Ragam

Pembangunan WC Komunal Di Randu Jajar Dengan Dana 4,30 Juta, Di Nilai Amburadul

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Sabtu (19/9/2020) Pemba gunan WC Komunal di Wilayah Kelurahan (PKK-Rw.06) Pasirkratotonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat. Melalui BKM setempat oleh warga ninilai tidak layak. Pasalnya pembangunan dengan biaya sebesar 4,30 Juta hasilnya tidak memenuhi spek dan tidak bisa dipergunakan. Padahal pembangunan tersebut sudah hampi satu tahun, akan tetapi fasilitas listri dan air juga tidak ada. Terlebih kondisi bangunan terkesan asal-asalan, amburadul.

Ketua RW.06 Kelurahan Pasirkratonkramat,Kecamatan Pekalongan Barat, Habibi menututurkan, “Saya sebagai mewakili masyarakat merasa kurang puas dengan hasil pembangunan WC Komunal ini, Pada saat itu pernah akan diserahterimakan, tapi saya menolaknya. Pasalnya pembangunan WC tersebut belum maksimal terselesaikan, seperti tidak adanya fasilitas pendukung yaitu tidak ada Listri dan Air. Kami bersama warga menolak untuk serah terima” Tutur Habibi.

Tambah Habibi, “Jujur kami tidak bisa menerima adanya WC Komunal yang di bangun dengan biaya tidak sedikit, yaitu Rp.4,30 Juta bukanlah sedikit, tapi hasilnya tidak memuaskan,amburadul bahkan hingga saat ini mangkrak tidak bisa digunakan oleh warga. Untuk itu kami meminta kepada BKM atau Perkim agar meninjau ulang dan segera memperbaiki sebagaimana mestinya yang menjadi tanggung jawabnya ” Papar Habibi

Ketua BKM, Sugeng sebagai penanggung jawab pekerjaan pembangunan WC Komunal, saat di konfirmasi ia membenarkan jila pembangunan WC tersebut adalah melalui BKM, Dan yang mengerjakan adalah KSM. Menurut Sugeng belum adanya listrik karena masih menunggu dari PLN, untuk memasang Pal guna menaril kabel ke lokasi WC. ” Sudah saya daftarkar ke PLN, tapi hingga sekarang PLN belum ada kepastoan kapan akan dipasang Pal. Terkait pemasangan Listrik kata Sugeng juga tidak tercantum dalam RAB “. Kata Sugeng.

Disinggung terkait Dana 4,30 Juta itu, sugeng juga mengatakan jika dana itu tidak mencukupi untuk membangun satu Yunit WC Komunal. Dikatakan biaya yang paling tinggi adalah pembuatan Bak Tampung (Sapiteng) cukup menelan biaya paling banyak. Artinya dana yang di alokasikan sebesar Rp.4,30 Juta itu sangat tidak mencukupi. Pungkas Sugeng

Lalu dengan kondisi yang ada di lapangan, dimana hasil pembangunan WC Komunal yang tidak bisa pergunakan oleh warga, sejauh mana tanggung jawan BKM dan Dinperkim dalam menyikapi masalahnya? Masyarakat masih menunggu jawaban apalagi WC tersevut di banfun di atas tanah eks bengkok. 4,30 Juta bukanlah dana sedikit, tapi hasilnya tidak sesuai perencanaan. (HL)

Related posts

Taufiq Ismail Dan Opic Meriahkan HUT Kota Pekalongan

Hadi Lempe

Pemkot Pekalongan Lanjut Bangun 140 Kios Pasar Sugihwaras

Hadi Lempe

Paska Pemilu 2024, RSUD Bendan Siap Layani Pasien Kejiwaan

Hadi Lempe

Calon Mbak dan Mas Duta Wisata kota Pekalongan Diseleksi

Hadi Lempe

BPN Kota Pekalongan targetkan 3.130 PTSL

Hadi Lempe

Memaknai Film Battle of Surabaya Secara Filosofis

Hadi Lempe

Leave a Comment