Sejarah Statemen

Pembinaan Satgas Linmas Kecamatan Pekalongan Timur

Linmas atau Perlindungan Masyarakat yang di kenal Hansip, ialah merupakan pengabdian masyarakat. Yang bentuk dari masyarakat sebagai kekuatan pengamanan Lingkungan Masyarakat. Sejarah itu sudah terbentuk sejak jaman Belanda yaitu tahun 1943.

Kota Pekalongan, jateng.garudacitizen.com – Kecamatan Kota Pekalongan Timur melaksanakan kegiatan pembinaan Satgas Linmas Jum’at (2/8/2019) lalu. membedah sejarah panjang, Pertahanan Sipil (Hansip), yang ternyata memiliki perjalanan panjang. Awal dibentuknya organisasi Hansip ini dimulai sejak pemerintahan Hindia Belanda untuk menghadapi serangan dari Jepang.

Sejarah Linmas/Hansip

Pemerintah Belanda membentuk suatu organisasi yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari serangan udara musuh, waktu itu dikenal dengan LBD (Lucht Bescherming Dients) atau Perlindungan Pemecah Udara,” ungkap Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri Agung Mulyana dalam jumpa pers di gedung Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakpus, Senin (22/9/2014)

Setelah jaman pendudukan Jepang, Pemerintah Jepang membentuk organisasi semacam LBD yang disebut Pertahanan Sipil pada tahun 1943, yang pada waktu itu diarahkan kepada pertahanan dan untuk pengerahan rakyat total. Organisasi tersebut dibentuk sampai lingkungan masyarakat terkecil dalam bentuk Gumi atau yang sekarang dikenal sebagai RT.

Simak video berikut :

Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal Hansip yang bertujuan kepentingan pertahanan dan perlindungan masyarakat terhadap serangan musuh. Selain itu, juga dibebani dalam hal penjagaan keamanan, pengumpulan dana, pengaturan bahan makanan dan sebagainya.

Pada tahun 2002, Hansip kemudian berubah nama menjadi Linmas (Perlindungan Masyarakat) hingga saat ini. Meski begitu dinyatakan Agung, perubahan itu hanya pada label namanya saja, landasan hukum tentang tugas pokok, fungsi dan perannya masih tetap sama. Padahal tugas pokoknya sudah berubah dari pertahanan kemanan menjadi perlindungan masyarakat, antara tugas pokoknya sehari-hari dengan dasar hukum yang mengatur tugas pokok itu terjadi perbedaan atau gap yang besar.

Simak video berikut :

“Kita ingin kembangkan fungsi hansip supaya lebih mumpuni. (Jadi) tidak ada yang dibubarkan, mereka (Hansip) tidak bubar. Hanya landasan hukum yang berbau pertahanan tidak lagi dipakai, kita pakai yang berdasarkan sistem pemerintahan sipil.
Demikian kutipan dari beberapa sumber yang dipaparkan Camat Pekalongan Timur Sukirno.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz dalam sambutanya memaparkan “peran Linmas sebagai komponen perlindungan masyarakat, harus terus diperdayakan dengan mengkondisikan personal secara berkesinambungan antara masyarakat dan pemerintah. Hal ini untuk dapat menciptakan peran Linmas di masyarakat lebih baik,” papar Saelany.

Dalam pembinaan Linmas dan Orientasi lapangan, Dan Ramil Pekalongan Timur memberikan materi tentang Wawasan Kebangsaan bagi Linmas dalam kepedulian terhadap lingkungan. Anggota linmas langsung praktek lapangan dengan giat kebersihan di sepanjang jln. HOS Cokroaminoto dan pasar grogolan.

Di kesempatan itu pula Kapolsek Pekalongan Timur memberikan materi peran linmas dalam ketentraman dan ketertiban diwujudkan terhadap cinta tanah air dan cinta lingkungan. Anggota linmas di gembleng fisik hingga tidur dijalan raya HOS Cokroaminoto.

Selain itu anggota linmas juga di latih kedisiplinan melalui PBB, yang di pandu oleh sekcam Pekalongan timur. (GC.Tim)

Related posts

Patut Bangga, Inilah 4 Kebudayaan Jawa yang Diakui UNESCO

Dedi Ariko

Dandim 0710 Pekalongan Berikan Penghargaan Pada Mahasiswa IAIN

Widodo

Perlu Penguatan Sinergitas Semua Pihak Demi Suksesnya Program KKBPK

Widodo

Walikota Kukuhkan Takmir Masjid 2019-2022

Widodo

Urai Kemacetan Dalam Kota, Pembangunan Fly Over Diusulkan

Widodo

Kecam Bos Taxi Malaysia, Driver Ojol Pekalongan Gelar Aksi Damai

Widodo

Leave a Comment