Adupan gizi bagi anak
Ragam

Pemenuhan Asupan Gizi Seimbang Kunci Cegah Stunting

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Stunting atau kurang gizi mengganggu pertumbuhan anak yang menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. Tak hanya berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan anak saja, stunting ternyata juga mempengaruhi pertumbuhan otak. Hal itu dapat dihindari dengan memastikan kandungan pada asupan makanan yang mereka santap. Kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi atau yang biasa kita kenal dengan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah. Sehingga, sebagai upaya untuk mencegah dan menangani stunting pada anak, Kelurahan Buaran Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan mengajak ibu-ibu praktek membuat dan memberikan menu makanan bergizi untuk anak dalam kegiatan Sosialisasi Kelas Parenting Holistic Integratif, yang berlangsung selama 2 hari di Aula Kelurahan Buaran Kradenan setempat, Selasa-Rabu(22-23/9/2020).

Kegiatan digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum masuk ruangan, pengecekkan suhu tubuh, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Lurah Buaran Kradenan melalui Bendahara kelurahan, Heri Wasiyati menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas para ibu dan calon ibu di Kelurahan Buaran Kradenan khususnya para ibu terkait penanganan stunting dan gizi buruk yang difasilitasi menggunakan dana kelurahan.

“Sosialisasi ini terselenggara dengan menggunakan dana kelurahan yang berlangsung selama 2 hari, Selasa-Rabu (22-23 September 2020). Sehari sebelumnya tepatnya pada hari Selasa (22/9), peserta sosialisasi sudah mendapatkan materi pengetahuan parenting yang di sampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Disamping itu, pemahaman terkait tumbuh kembang anak juga telah diberikan, mengingat anak usia dini merupakan usia emas bagi anak. Selanjutnya dihari kedua ini, peserta di berikan praktek pemberian makanan bergizi yang seimbang bagi anak. Pasalnya, masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam,” terang Heri.

Disampaikan Heri, yang pertama, anak-anak harus makan beragam baik dari segi makanan pokok (karbohidrat), sayuran berwarna seperti wortel, daun singkong dan sayuran tidak berwarna, seperti sawi putih, kemudian buah-buahan, daging, protein nabati tahu, tempe, telur, dan susu. Selain jumlah, kualitasnya juga perlu diperhatikan.

“Dalam piring makanan anak, harus dilengkapi dengan sumber karbohidrat, serat, protein, mineral dan vitamin lainnya. Piring makanan yang warna-warni bisa jadi cara untuk mencegah stunting. Di piring jangan hanya ada nasi sebagai karbohidrat dan protein, tapi harus lengkap sebagai implementasi 4 sehat 5 sempurna dulu. Tidak cuma memenuhi piring makan, setiap ibu maupun anak juga wajib dibiasakan mencuci tangan pakai sabun, melengkapi makanan dengan minum susu, banyak minum air putih, aktivitas fisik rajin, terbiasa baca label makanan dan sebagainya. Ibu harus aktif mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) si anak dalam batas normal. Jangan lupa untuk rajin sebulan sekali ke posyandu atau dokter untuk mengetahui tumbuh kembang anak,” tandas Heri.(HL/Tim)

Related posts

ASN Harus Jadi Teladan Pencegahan Covid-19

Hadi Lempe

Komsos Kreatif 2019, Dandim Resmi Buka Lomba Musik dan Tari

Widodo

Antisipasi Longsor, TNI-Polri Intensifkan Patroli Daerah Rawan Bencana

Widodo

Pemkot Siap Fasilitasi Swab Tes Gratis bagi Masyarakat

Hadi Lempe

Propam Polres Pekalongan kota Melakukan Pengecekan rutin ke Pospam Ops Ketupat Candi 2020

Hadi Lempe

Kota Pekalongan Banjir dan Rumah Terbakar

Hadi Lempe

Leave a Comment