Kesehatan

Pemkot Pekalongan Masifkan Tracing-Testing Guna Tekan Penyebaran Kasus Covid-19

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Pemerintah Kota Pekalongan terus melakukan upaya tracing dan testing secara masif untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Langkah itu dinilai penting untuk menurunkan kasus dan angka kematian serta meningkatkan angka kesembuhan.

Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, SE., mengungkapkan bahwa sejak diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan telah mengintensifkan pelaksanaan tracing dan testing melalui test swab antigen yang menyasar di beberapa wilayah di Kota Pekalongan diantaranya di Monumen Djuang 45, Lapangan Jetayu, Masjid Jami Asy-Syafi’i Pringlangu, Masjid Al-Aulia Krapyak, dan sebagainya secara mobile.

“Dengan pelaksanaan tracing dan testing nantinya kita harapkan bisa mendeteksi dan mengetahui masyarakat kita yang terpapar Covid-19. Ini dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 dengan meningkatkan testing dan tracing itu adalah bagian upaya untuk bisa menemukan dengan cepat orang-orang yang terpapar virus Covid-19 kemudian dilakukan isolasi dan penyembuhan-penyembuhan,” terang Aaf.

Menurut Aaf, data perkembangan Covid-19 di Jawa Tengah, Kota Pekalongan sudah masuk dalam zona orange. Tetapi hal ini, jangan membuat masyarakat lengah dan abai untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat. Pihaknya berharap dengan sejumlah upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah, didukung dengan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat, maka status Covid-19 di Kota Pekalongan bisa semakin membaik ke zona kuning bahkan bisa menjadi zona hijau kembali.

“Kita akan keliling kemana lagi supaya 4 kecamatan yang ada di Kota Pekalongan ini harus tertracing semua, kalau kemarin acuan kita terpusat di Monumen saja, di Monumen hasilnya sudah turun,apakah yang lain juga seperti itu. Untuk perkembangan terbaru, Kota Pekalongan sudah zona orange, mudah-mudahan dengan segala upaya yang sudah dilakukan ini dan didukung kesadaran masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan, mudah-mudahan bisa semakin berkurang kasusnya, dan Kota Pekalongan bisa semakin baik kondisinya menjadi zona kuning ataupun zona hijau,”pungkasnya.

Berdasarkan data pantauan Covid-19 Kota Pekalongan di laman https://corona.pekalongankota.go.id/ per 10 Agustus 2021 pukul 09.30 tercatat total terkonfirmasi positif sebanyak 5016 orang terdiri dari 45 orang dirawat,104 orang menjalani isolasi, 4586 orang sembuh, 279 orang meninggal, dan 2 orang dirujuk. (HL/Dita)

Related posts

RSUD Bendan Berikan Edukasi Osteoporosis Untu Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Hadi Lempe

Paska Banjir, Dinkes Pantau Kondisi Kesehatan Pengungsi

Hadi Lempe

Hadi Lempe

Hj. Inggit Soraya S.Sn. Kawal Aksi Konvergensi Penurunan Angka Stunting

Hadi Lempe

Orientasi Test and Treat, Dinkes Bantu Tangani Penderita ODHA

Hadi Lempe

Dinkes Segeta Lakukan Akteditasi Untuk Meningkatkan Pelayanan Krsehatan

Hadi Lempe

Leave a Comment