Penyair Nasional Giat Literasi Sastra Masuk Sekolah
Sastra Sosial Budaya

Penyair Nasional Giat Literasi Sastra Masuk Sekolah

Lumbung Puisi adalah merupakan rumah budaya sebagai wadah karya sastra dari eksistensi para penulis.

Kabupaten Indramayu, garudacitizen.Jateng – Bersama 15 Penyair Nasional, RG. Agus Suwarsono menariknya untuk turut berkiprah memasuki dunia pendidikan. Pemilik sekaligus pengagas Lumbung Puisi. Yang di kenal bernama Sanggar Jaring Meronte. Beralamat di jalan Alamanda Kuning, Perumahan BTN Griya Citra Darma Ayu, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

RG. Agus Suwarsono meronta, menggebrak dunia Literasi melalui Sastra Puisi. Dengan imaji dan interprestasinya, ia tak pernah pulas dalam tidurnya terhujam dalam untuk meneriakkan puisi kepada generasi milenial.

Secara langsung memberikan pengetahuan. Tentang penulisan puisi dan pembacaan puisi terhadap anak anak sekolah dasar dan guru pengajar. Terbukti, kegiatan Literasi Sastra masuk sekolah bisa terselenggara. Pada hari Sabtu (31/8/2019) di SDN 02 Brondong, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu.

Penyair Nasional yang diundang hadir sebagai nara sumber adalah

  1. Hadi Lempe (Pekalongan)
  2. Prof. Dr. Warjito (Semarang)
  3. Drh. Setyo Widodo (Bogor)
  4. Bayu Aji Anwari (Semarang)
  5. Arya Seta (Jakarta)
  6. Marlin Dinamikanto (Jakarta)
  7. Dyah Setyawati (Slawi)
  8. Nurohman Sudibyo (Slawi)
  9. Slamet Unggul (Semarang)
  10. Sugeng Joko Utomo (Tasikmalaya)
  11. Sri Sunarti Putri (Indramayu)
  12. Indri (Kendal)
  13. Acep Syharil (Jambi)
  14. Supali Kasim (Indramayu)
  15. Dr. Ratna (Bandung)

Serta 2 simpatisan juga turut hadir, Indrani (Slawi) dan Oka Tri Hardini (Indramayu). Masing masing Penyair menampilkan sesuai gayanya dalam membacakan puisi.

RG. Agus Suwarsono mengutarakan bahwa acara ini pertama kalinya diselenggarakan. Menurutnya, ini adalah langkah awal yang bertujuan memperkenalkan seni sastra (literasi). Pada kalangan pelajar dan guru-guru pengajar. Dengan kegiatan literasi sastra bertajuk pertemuan kecil penyair masuk sekolahan, di harapkan bisa berlanjut dan berkembang.

“Saya sengaja mengundang para pelaku sastra. Yaitu mereka yang sudah dikenal dalam kancah dunia kepenyairan. Sebut saja penyair Nasional, artinya para penyair yang saya undang dan hadir adalah mereka para penyair nasional. Itupun tidak menutup bagi simpatisan atau mereka pecinta dan pengamat sastra untuk turut hadir berbagi ilmu sastranya,” paparnya. (HL)

Related posts

Aksi Bersih Sungai Komunitas Sapulidi di Kali Binatur

Widodo

Jawa tengah Jatungnya Budaya Jawa. Ada 5 yang patut diketahui

Dedi Ariko

Karakter Khas Orang Jawa Tengah, “Nrimo Ing Pandum”

Dedi Ariko

Kuatkan Budaya Lokal, Pemkot Gelar Tadarus Budaya

Widodo

Tradisi Unik Jawa Tengah yang Masih Bertahan di Era Milenial

Dedi Ariko

Tempat Wisata Jateng Terbaik Kelas Dunia

Dedi Ariko

Leave a Comment