Ragam

Perhelatan Sastra Pecah Di Kota Pekalongan

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Sungguh keajaiban luar biasa. Nuansa spektakuler penampilan para penyair Nusantra yang di gelar dalam acara temu Penyair Nasional ke-7 di Kota Pekalongan. Oleh penggagas Penyair Kota Pekalongan Hadi Lempe. Kegiatan rutin setiap tahun, kali ini Hadi Lempe mengongsep panggung terbuka di area Caffe & Resto Alam Teduh, Soko Duwet. Sabtu (20/2/21).

Di luar perkiraan, seperti dialami sebelumnya, dimanapun sebuah perhelatan sastra selalu minim peserta, apalagi saat korona merajalela dan banjir sedang melanda hampir di seluruh kota. Pertemuan Penyair Nasional Ke 7 ini mampu menyedot tamu undangan dengan memberikan apresiasi penuh terhadap acara tersebut. Shingga acara berjalan  baik dan lancar serta meriah banyak di hadiri remaja penikmat sastra.

Bahwa undangan para penyair dan sastrawan sesuai dengan daftar nama-nama penyair yang erjumlah 33 orang.  Memang tidak sepenuhnya para penyair dapat hadir, oleh satu sebab kondisi  masa pandami dan alam musibah yaitu banjir melanda hampir di seluruh kota.

Seperti yang di harapkan para penyair bisa hadir semuanya, diantaranya sang penyair Prof. Wardjito Soeharsono dari Semarang, diharapkan hadir dan memberikan edukasi kepada generasi muda tentang ilmu-ilmu keausastraan. Namun karena ada halangan beliau ahirnya tak bisa hadir. Dan masih banyak penyair-penyair handal seperti, Rg. Bagus Suwarsono, Eki Tandan, Indri Yuswaedani, Sugeng Joko Utomo, Soekamto Gulit, Gampang Prawoto, mereka juga tidak bisa hadir karena terhalang dengan situasi dan kondisi saat ini, ada yang mendadak sakit juga rumahnya terdampak musibah banjir.

Namun itu semua tidak merubah surutnya kesemangatan bagi seorang Hadi Lempe. Agenda tetap berjalan dan berhasil sukses besar. Kehadiran para  penyair-sastrawan diluar itu alhamdulillah mampu memecahkan suasana, di tambah kehadiran para undangan dari guru, fatayat, muslimat, IPNU, IPPNU, juga remaja Karangtaruna dan para remaja simpatisan sekitar turut serta memeriahkan acara.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 15.00 namun karena cuaca menjadi molor, pukul 16.30 WIB baru dibuka dengan pengantar acara gembongnya seniman Pekalongan Hadi Lempe.
Selain sharing berbagi pengalaman dan saling menyemangati antar kawan-kawan, dari Sahaya Santayana II (Tasikmalaya, Jabar), Pri Gurit (Pekalongan),  “mestinya penyair kedepan mampu mengusung isu sastra sehingga menggeliat tak sebatas sekadar seremoni semata”,di kutip dari kata Nurochman Sudibyo Ys dari Slawi dalam berorasi budaya saat itu.

Usai Isoma acara dilanjutkan dengan tampilan pembacaan puisi oleh para penyair dan para guru.
Diawali tampilan seniman jalanan, Muchsin, yang mungusung seni musik ala Baduy Banten, berkolaborasi spontanitas bersama Wahyu (Tegal) membawakan puisi mistis-metafisis namun tetap mengandung kritik sosial kekinian dengan serulingnya yang khas dimainkan semi teatrikal.

Kemudian ada Diah Setiyowati, Gus Mi (Tegal), Mahbub Junaedi (Bumiayu), Muchtarom (Batang), Imam Subagyo (Semarang), tak ketinggal anak asuh Hadi Lempe, Sekar Inggrid Prameswari yang di dampingi kakanya Noval, melantunkan tembang sebagai selingan puisi. Bergantian penyair lainya saling unjuk kebolehan, semakin malam kian marak ledakan pengunjung seiring bertambahnya jumlah langganan Caffe Resto Alam Teduh yang terus berdatangan.
Dan bertambah betah menyaksikan jalanya acara. Pengunjung resto menikmati tampilan Lebe Penyair Agus Tarjono SH (Brebes) yang menggelegar menggoncang semesta. Alam Teduh menjadi makin riuh, dengan puisi MAUT-nya IBRAHIM SATTAH dan puisi karyanya yang berjudul; SERIBU BANDING SERATUS, SERATUS BANDING SATU. Luaarr biasa…! Aaah…

Sebagai penutup acara, Hadi Lempe selaku penyelenggara menyerahkan beberapa buku bacaan secara simbolis lewat Pri Gurit dan Imam Subagyo kepada remaja Desa Soko Duwet KotaPekalongan Selatan, yang nantinya akan dijadikan sebagai Kampung Literasi. (Kang Zay)

(HL/Sekar)

Related posts

Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir, Dindik Beri Trauma Healing

Widodo

Sudah Saatnya Anak Miliki Kartu Identitas Anak,ID Card (KIA)

Hadi Lempe

Kota Pekalongan Waspadai Potensi Banjir Pesisir

Hadi Lempe

Akibat Korsleting Mesin Pertamini, Satu Rumah di Proyonanggan Batang Ludes Terbakar

Widodo

Pemkot Melalui Dinkes Minta Masyarakat Empati dengan Tetangga

Hadi Lempe

16 Kelurahan Terdampak Banjir,BPBD Terus Lakukan Mitigasi Bencana Lintas Sektor

Hadi Lempe

Leave a Comment