Sosial Budaya

Pesantren Hamalatul Quran Dauroh Mu’allimat Kediri Cetak Kader Dakwah Kelas Dunia

Kediri Garudacitizen Jateng – Pasca lebaran Idul fitri 1442 H, pondok pesantren di seluruh wilayah Indonesia mulai ramai dipenuhi santri. Berbondong-bondong menuju tempat belajar ilmu agama dan ilmu lainnya. Begitu juga Pondok Pesantren Hamalatul Quran Dauroh Mu’allimat Kediri.

Berbeda dengan Pondok lainya, Pondok Pesantren Hamalatul Quran Dauroh Mu’alimat memiliki program handal untuk mencetak kader dakwah setingkat dunia. Dewan Pengajar dan Pembina Pesantren siap menjalankan strategi istimewa dalam proses pelaksanaan program hafalan Alquran super cepat untuk santri-santri baru.

Uztadzah Intaning, salah satu pengurus dan pengasuh Pondok memaparkan “Pondok Pesantren kami bermula dari ide atau gagasan Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Quran Pusat (HQ) Jombang, KH. Ainul Yakin,. S.Q. Dengan harapan dapat menciptakan kader-kader pengajar Alquran dan pendakwah gointernational. Pesantren kami merupakan bagian dari program unggulan HQ yang mencetak kader penghapal Alquran dengan metode Fami bi Syauqin atau membaca lima juz perhari dan khatam setiap Hari Kamis. Seperti
Program Dauroh Mu’allimat yang dirumuskan oleh Pengasuh HQ, Para Asatidz dan Dewan Penasihat dari Hamalatul Quran. Bertempat di Asrama Dauroh, Jl. Mawar, Kampung Inggris, Tulungrejo, Pare, Kediri” ungkap Uztadzah Intaning.

Program dikhususkan bagi seluruh santri putri di Indonesia yang sudah selesai mengkhatamkan hafalannya di pondok pesantren manapun. Sehingga program ini sangat cocok bagi santri yang ingin melanjutkan untuk memperkuat hafalannya dan memperbaiki bacaan tahsin serta tajwidnya.
Program Dauroh Mu’allimat berjalan sejak 7 Desember 2020 silam dan pendaftaran santri baru dibuka setiap Bulan Syawwal.

“Dari sekian banyak santri yang mendaftarkan, kami hanya menerima sebanyak 30 santri lolos tes masuk. Tes calon santri program kami terdapat beberapa tahap, dimulai dari interview, tes bacaan, kelancaran, dan lain-lain. Kami fokus membina 30 santri supaya proses pembelajaran bisa berjalan dengan kondusif.” Jelas Ustdzah Intaning

Selain program unggulannya adalah tahfidh, ada juga beberapa bidang yang dijadikan bagian dari target periode belajar satu tahun. Di antaranya adalah ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang diampuh oleh tutor berpengalaman dari berbagai lembaga kursus di Kampung Inggris, Public Speaking, serta Pelatihan Konseling.

Program Dauroh memiliki target masa belajar selama satu tahun di setiap Angkatan. Selama enam bulan pertama santri diharapkan bisa memenuhi target yakni mampu melantunkan ayat suci Alquran 30 juz bil ghoib/tanpa membuka mushaf (tasmi’), menguasai Bahasa Inggris, public speaking, dan konseling. Kemudian di enam bulan kedua adalah penugasan magang santri di lembaga atau pesantren mitra yang sudah ditentukan oleh Yayasan.

Program Pondok Pesantren Hamalatul Quran Dauroh Mu’allimat telah menawarkan gagasan strategis dalam mencetak kader qurani dengan tambahan modal bahasa asing.

KH. Mohammad Qomar. M.Pd.I, selaku HRD dan Staf HQ Putri juga mengatakan “ Bahwa Santri alumni Dauroh Mu’allimat di prioritaskan atau dikader untuk menjadi Ibu Nyai yang nantinya piawai sebagai Pendakwah kelas dunia.” Papar Tutur KH. Mohammad Qomar,. M.Pd.I
(A. Reka Ali Massaji)

Related posts

Kodim Pekalongan Rehab Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Doro

Widodo

Lanal Tegal Sukseskan Rekor MURI Penanaman 300.074 Mangrove

Widodo

Banjir Kota Pekalongan 2020, Protelindo Gelar Aksi Peduli

Widodo

Harlah ke-3, Jamaah Yasin Baariklanaa Gelar Aksi Donor Darah

Widodo

Aksi Bersih Sungai Komunitas Sapulidi di Kali Binatur

Widodo

Dandim Pekalongan, Tinjau Wilayah Banjir dan Kunjungi Pengungsi

Widodo

Leave a Comment