Ragam

Puluhan Anggota KTT Diajak Kembangkan Hasil Olahan Produk Unggulan

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan mengajak 45 orang perwakilan yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak (KTT) Maju Makmur Kota Pekalongan untuk terus mengembangkan olahan hasil produksi ternak maupun pertanian menjadi produk-produk unggulan yang berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi.

Sekretaris Disnakeswan Provinsi Jawa Tengah,Drh Saiful Latif menjelaskan bahwa prospek pertanian maupun peternakan di Kota Pekalongan sangatlah besar untuk dikembangkan dengan jumlah anggota KTT dan hasil ternak yang dimilikinya sudah banyak dan bisa bersaing dengan daerah-daerah lainnya.

“Kami melihat potensi pertanian dan peternakan disini prospeknya sangat luar biasa ke depan dengan jumlah KTT dan ternak yang dihasilkan sudah banyak dan sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih maju lagi, seperti dengan hasil produksi susu yang dihasilkan bisa dikembangkan menjadi olahan produk unggulan, tidak hanya dijual dalam bentuk susu murni segar saja. Susu tersebut bisa diolah menjadi bentuk olahan kreatif seperti yogurt, gelatto,aneka minuman menarik lainnya ataupun campuran bahan makanan yang lezat,” terangnya.

Menurutnya, jika hasil produksinya bisa dikembangkan menjadi olahan yang kreatif dan bernilai ekonomis tinggi, tentunya penghasilan peternak maupun anggota KTT didalamnya akan meningkat, dengan harapan peternak lebih sejahtera dan produksi maupun kualitas susu akan juga meningkat sehingga kebutuhan susu maupun hasil produksi ternak lainnya bagi masyarakat Kota Pekalongan akan semakin terpenuhi.

“Dari hasil produksi yang dimiliki KTT jika bisa diolah dan dikembangkan menjadi produk unggulan, produksi dan populasinya bisa ditingkatkan itu sangat bagus sekali. Karena itu, meningkatnya konsumsi susu dan produk olahannya merupakan peluang yang mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Dinperpa Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,Ilena Palupi,Spt,MSi bahwa selama ini para anggota KTT masih menjual hasil produksinya dalam bentuk susu murni segar yang dititip-titipkan ke depot-depot susu,maupun cafe-cafe serta belum ada kelompok pengolahan hasil produk sendiri. Hal ini harus terus didorong agar mereka mampu mengolah maupun mengembangkan hasil produksinya sendiri menjadi produk-produk unggulan bernilai ekonomis tinggi.

“Seiring meningkatnya animo masyarakat terhadap hasil olahan susu ini menjadi peluang bisnis yang tidak boleh terlewatkan oleh para peternak untuk bisa terus mandiri,belajar mengembangkan hasil-hasil produksi ternaknya menjadi produk-produk unggulan bercita rasa tinggi dan mampu meningkatkan penghasilan bagi kesejahteraan peternak-peternak di dalamnya,”pungkasnya.

(HL/Sekar)

Related posts

Hasil Tes Swab Keluar, 16 Orang Negatif Covid-19

Hadi Lempe

Dindukcapil Musnahkan 446 KTP-el Rusak

Hadi Lempe

Giatkan Musrenbang Rencanakan Penataan Kota

Hadi Lempe

Pandemi Covid-19, Kesbangpol Tetap Capai Target

Hadi Lempe

Puluhan ASN Luar Daerah Ikuti Upacara Hari Kelahiran Pancasila di Kota Pekalongan

Widodo

BPBD Siapkan Langkah Strategis Hadapi Musim Penghujan

Hadi Lempe

Leave a Comment