Ragam

Ruang Karakter Gelar Sosialisasi Festival Film Bahari 2 melalui Diskusi dan Pemutaran Film

Geliat perfilman di tanah air, dewasa ini semakin di kembangkan. Talenta-talenta muda dunia perfilman terus berkembang. Tak tertinggal Kota Malang Jawa Timur, dunia Film makin melaju dengan berbagai kreasi Sinematografi.

Malang, jateng.garudacitizen.com – Dengan tema “Kita dan Bahari dalam Cerita” telah dilaksanakan pemutaran film dan diskusi pada Rabu, (24/7/2019) di Omah. co, oleh Ruang Karakter, komunitas Teater di Malang. Acara ini bertujuan untuk menyambut dan memperkenalkan terhadap film maker muda di Malang, tentang Festival Film Bahari #2 (FFB) yang akan dilaksanakan di Cirebon, tanggal 15-17 Agustus mendatang.

Beberapa judul film yang diputar antara lain ‘Hari Baik’, ‘Darip (Modar opo Urip)’ dan ‘Matahari dalam Sampan’. Dengan menghadirkan Doni Kus Indarto, sutradara serta penggiat film, diskusi yang dinamis pun terjadi. Ditambah juga kehadiran Mahesa Desaga seorang sutradara dan juri FFB #2, serta dosen HI UB, Wishnu Mahendra.

FFB #2 ini memanfaatkan daya persuasif film untuk masyarakat. Sebagaimana masyarakat adalah sumber gagasan film. “Di festival film kali ini ada dua kategori yaitu bahari dan bhineka,” tambah Doni Kus.

Diusungnya FFB#2 ini dibantu kelompok pemuda desa dari daerah Bondet, Cirebon. Menurut Doni Kus, masyarakat desa yang selama ini menjadi obyek, kini bisa memproduksi ilmu pengetahuan melalui film. Tidak hanya itu, di sana juga diadakan program kelas pengalaman untuk bertukar ilmu pengetahuan.

Sedangkan Juri FFB#2, Mahesa, menyampaikan kekayaan laut agar tidak hanya menjadi slogan. Harapannya festival ini bisa menjadi ruang dan kekayaan tersendiri di Indonesia. “Membuka ruang dan koneksi untuk merayakan keindonesiaan melalui bentuk film,” jelasnya.

Menurut lelaki asli Malang ini, di zaman sekarang membutuhkan lebih banyak film maker yang menyampaikan kegelisahan atau statement dengan jelas. “Sebagai orang Indonesia harus memandang Indonesia lebih luas,” paparnya.

Harapannya, FFB#2 ini bisa menjadi sarana jejaring relasi dan sharing ide. Dan perfilman Indonesia dianggap penting di mata dunia. “Bisa hadir ke festival ya kawan kawan, karena udara laut bagus untuk dihirup” mengajak para film maker maupun komunitas umum untuk datang ke acara tersebut. Acara diskusi dan pemutaran film diakhiri dengan sesi foto bersama dan bincang sharing bebas,” pungkasnya. (widya)

Related posts

Prajurit Kodim Pekalongan Jaga Kebugaran Tubuh Dengan Senam Barbel

Widodo

Pemkot dan IPeKB Bagikan 100 Paket Sembako dan Masker di Kampung KB Sejahtera PKK

Hadi Lempe

Hari Bhayangkara Ke-73 Dandim Pekalongan Berbagi Kue Tart

Widodo

Tradisi Lompat Batu Nias, Sambut Kontingen Pelantara IX

Widodo

Peran Strategis Tumbuhkan Karakter Melalui Pembelajaran Puisi

Widodo

Arus Mudik, Jalur Pantura Kota Pekalongan Ramai Lancar

Widodo

Leave a Comment