Kota Pekalongan, Garudacitizen Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) yang diperingati setiap 24 Maret, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan bersama Mentari Sehat Indonesia (MSI) meluncurkan program SIKAT TPT (Skrining Insentif Kontak Serumah, Akhiri TBC dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis) di 14 puskesmas. Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran kasus TB, khususnya di lingkungan keluarga pasien yang menjadi kontak erat.
Pengelola Program TB (Wasor) Dinkes Kota Pekalongan, Indayah Dewi Tunggal, menjelaskan bahwa pelaksanaan TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) menyasar seluruh puskesmas selama empat hari berturut-turut, dimulai Selasa (6/5) hingga Jumat (9/5/2025).

“Karena cakupan TPT di Kota Pekalongan masih rendah, kami inisiasi program SIKAT TPT. Seluruh pasien kontak serumah TB yang belum mendapatkan terapi pencegahan kami undang untuk diberikan pengobatan,” ujar Indayah saat ditemui di Puskesmas Dukuh, Rabu (7/5/2025).
Ia menjelaskan, skrining dan terapi dimulai dari wilayah Kecamatan Pekalongan Barat (6 Mei), dilanjutkan Pekalongan Utara (7 Mei), Pekalongan Selatan (8 Mei), dan ditutup di Pekalongan Timur (9 Mei). Targetnya, sebanyak 250 orang pasien kontak akan mendapatkan terapi, dengan rata-rata 17 orang per puskesmas.
Ketua MSI Kota Pekalongan, Septiawati, menyampaikan bahwa awalnya terdapat 318 orang pasien kontak yang terdata. Namun target efektif difokuskan pada 250 orang.
“Hari pertama kami berhasil menjangkau 34 orang pasien kontak. Hari kedua di Puskesmas Dukuh ada 3 orang, Kusuma Bangsa 6 orang, dan Krapyak 10 orang,” rinci Septiawati.

Menurutnya, individu yang tinggal serumah dengan pasien TB memiliki risiko tinggi tertular. Oleh karena itu, pemberian TPT menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai penularan TB.
“TPT diberikan sesuai protokol Kementerian Kesehatan dengan regimen obat tertentu. Harapannya, seluruh pasien kontak TB bisa mendapatkan terapi, sejalan dengan target eliminasi TB nasional pada 2030,” tandasnya.
Program SIKAT TPT diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penularan TB serta pentingnya deteksi dan pencegahan sejak dini. (Dian/Risma)
