Terbang Genduk dan Pencak Silat Jangkah Telu Diusulkan Jadi WBTB
Sosial Budaya

Terbang Genduk dan Pencak Silat Jangkah Telu Diusulkan Jadi WBTB

Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PCNU Kabupaten Pekalongan. Berupaya mengusulkan warisan budaya tak benda milik Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, untuk diakui Kemendikbud.

Kabupaten Pekalongan, GarudaJateng – Setelah Sintren, Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan mengusulkan Terbang Genduk dan Pencak Silat Jangkah Telu dari Sanggar Al Muqaddam. Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat upaya pelestarian warisan budaya tak benda di Kabupaten Pekalongan. Minggu (12/1/2020).

Pengurus Divisi Pengembangan Warisan Budaya, Arkeologi dan Sejarah Nusantara Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan, M Ifyani yang mewakili Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten mengatakan. Terus mengumpulkan berbagai warisan budaya tak benda milik kabupaten Pekalongan sebagai upaya perlindungan kebudayaan.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan baru Seni Tradisional Sintren yang diakui sebagai warisan budaya tak benda dari berbagai ekspresi seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Pekalongan,” jelasnya Minggu (12/1/2020).

M Ifyani mengatakan, warisan budaya tak benda merupakan bagian dari identitas kabupaten Pekalongan yang perlu dilestarikan. Warisan budaya tak benda juga menjadi bagian dari kepribadian dan budaya daerah.

Untuk semakin menguatkannya, setiap tahunnya satu persatu yang telah dinventarisasi lalu ditetapkan diusulkan ke Kemendikbud untuk mendapat pengakuan Nasional.

Dia mengatakan saat ini baru Sintren warisan budaya tak benda Kabupaten Pekalongan yang sudah diakui Kemendikbud. “Kami melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan,” katanya.

M Ifyani melanjutkan bahwa tentang warisan budaya untuk kita jaga agar generasi muda tidak kehilangan budaya dan kearifan lokalnya.

Sementara menurut Camat Kecamatan Tirto, Agus Dwi Nugroho, menyebutkan dalam rangka pelestarian seni dan budaya maka masyarakat perlu mempersiapkan generasi penerusnya.

“Jangan yang tua terus, yg muda harus belajar dengan serius,” ucapnya

Agus menjelaskan, bahwa dana desa bisa digunakan untuk pemberdayaan seni budaya, utamanya seni tradisional. (*)

Related posts

Java Balloon Festival Pekalongan 2019, Kelompok Amanah Sambirejo Tirto Raih Juara Pertama

Widodo

Gubernur Jateng Hadiri Festival Balon Tambat Java Balloon Festival Pekalongan 2019

Widodo

Karnaval Ragam Budaya Desa Rowoyoso Kabupaten Pekalongan

Widodo

Peduli Lingkungan, DKP Ajak Bersih Pantai dan Sebar Benih Ikan

Widodo

Ciptakan Lingkungan Sehat, TNI dan Warga Bangun Jamban Komunal

Widodo

Julukan Baru Solo, Kota Festival Gamelan Internasional

Dedi Ariko

Leave a Comment