Kesehatan

Tombol Panik Ambulance Rakyat, Siap Layani Kegawat Daruratan Medis

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng- Kita sadari bahwa Kejadian Kegawatdaruratan dapat terjadi pada setiap orang, dan ini dapat terjadi secara tiba-tiba baik personal ataupun orang banyak. Untuk itu perlu mendpatkan penanganan cepat dan tepat. Sebgai bentuk sistem terpadu , maka sistem informasi sangat di perlukan guna mengakses informasi dengan cepat dan lebih efisien dalam menanggulangi setiap adanya kejadian kegawatdaruratan di masyarakat.

Terkait program tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan siap melaunching Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat. Adapun aplikasi tersebut merupakan bentuk sinergi Pemerintah,Swasta, dan Masyarakat Kota Pekalongan. Ini juga merupakan sebuah Inovasi dalam memberikan pelayanan publik yang berupa aplikasi berbasis Android. Hal ini di buat untuk memudahkan masyarakat mendapat layanan ambulance dengan cepat sampai ke rumah sakit.

Acara Launching langsung ditandai oleh Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE, mempraktekkan pemanfaatan Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat, didampingi Wakil Walikota Pekalongan,H Salahudin,STP, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan,Dr Slamet Budiyanto,SKM,MKes, perwakilan TNI, POLRI,dan pihak swasta, bertempat di Halaman Setda Kota Pekalongan,Rabu(6/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto,SKM,MKes selaku pencetus aplikasi tersebut mengungkapkan bahwa, terciptanya aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat ini merupakan bagian dari tahapan dirinya selaku peserta Diklat Pimpinan Tingkat II Angkatan 17 Tahun 2021, ia diminta untuk membuat sebuah proyek perubahan sesuai dengan kenyataan di masyarakat. Dimana masyarakat kesulitan untuk mendapatkan akses bantuan layanan ambulance. Hal ini karena terkendala oleh sistem, padahal ketersediaan armada (Ambulance) yang tersedia mencukupi, namun masih banyak masyarakat kurang mendapatkan pelayanan cepat, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam mendapatkan penanganan Rumah Sakit. Dari itu banyak masyarakat tidak tertolong jiwanya sebelum sampai atau sesudah sampai di Rumah Sakit.

“Berdasarkan pengalaman dan kajian persoalan kebutuhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan, maka tercetuslah sebuah inovasi layanan publik sebagai akses informasi menjawab permasalahan masyarakat secara cepat, yaitu di buatnya Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat. Aplikasi tersebut sangat mudah dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, dengan berbasis android sehingga dapat digunakan dengan melakukan download aplikasi tersebut, maka persoalan akan terjawab mudah dan cepat .” papar Budi.

Lebih lanjut menurut Budi, sesuai judul aplikasi tersebut,maka tombol panik ambulance rakyat ini melibatkan jejaring ambulance yang terdapat di masyarakat sebanyak 19 armada milik rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, puskesmas perawatan, organisasi kemasyarakatan seperti NU dan Muhammadiyah, beberapa perusahaan swasta di Kota Pekalongan. Adapun tujuan jangka pendek yang diharapkan adanya aplikasi ini adalah meningkatnya akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan medis. Budi juga menegaskan, bahwa pihaknya akan memasifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai aplikasi layanan publik baru “Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat”. Sehingga, diharapkan nanti masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Budi menyebutkan,di dalam prosedurnya sudah dirancang ketika pertama kali masyarakat menekan tombol panik yang sudah terpasang di android miliknya adalah durasi 75 detik. Dimana durasi tersebut akan secara otomatis mencari nomor layanan ambulance yang bisa dihubungi dari lokasi terdekat. Ketika nanti tidak ada layanan ambulance yang beroperasi,maka akan terhubung juga ke layanan Gawat Darurat PSC 119 (di nomor 0816619119) milik Dinas Kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

“Masyarakat bisa mendownload aplikasi ini di playstore, kemudian ikuti prosedurnya seperti mengisi nama dan nomor hp yang harus dihubungi. Setelah itu,aplikasi bisa langsung dipakai. Kami berharap,seluruh masyarakat jangan menunggu ketika nanti membutuhkan layanan kegawatdaruratan baru download,tetapi mereka bisa memasang aplikasi ini terlebih dahulu apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Ketika memanfaatkan layanan ini,dan misalnya tidak ada layanan ambulance yang bisa dihubungi karena sedang melayani pasien lain,maka akan dihubungkan ke PSC 119. terang Budi.

Sementara Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid, SE mengapresiasi atas dilaunchingnya layanan Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat. Menurutnya,layanan ini merupakan suatu terobosan yang sangat luar biasa dalam memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

“Tinggal PR ke depan bisa dimaksimalkan keberadaan layanan ini. Dengan aplikasi bisa jadi lebih mudah dan fast respon, ambulance semuanya sudah standby juga terkoneksi seluruhnya di dalam memberikan layanan cepat kegawatdaruratan medis kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi karena layanan ini merupakan wujud sebuah inovasi kali pertama di Jawa Tengah. Harapan kedepan bisa memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai aplikasi tersebut,”pungkas Aaf. (HL)

Related posts

Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan Alami Penurunan, Masyarakat Diminta Tetap Terapkan Prokes Ketat

Hadi Lempe

Walikota Pekalongan Lakukan Evaluasi Aturan Baru di RPSBM

Hadi Lempe

RSUD Bendan Terus Koordinasi Siapkan Kecukupan Pasokan Oksigen

Hadi Lempe

Dinkes Gencar Sosialisasikan POPM Filariasis

Hadi Lempe

Vaksinasi Massal Disambut Antusias Ribuan Masyarakat

Hadi Lempe

Satgas Covid Kota Pekalongan Tetap Masifkan Swab Test

Hadi Lempe

Leave a Comment