Press "Enter" to skip to content

Tradisi Unik Jawa Tengah, Mulai upacara adat, kehidupan setiap hari, dan perayaan

Tradisi atau kebiasaan merupakan sesuatu yang terus berlanjut, Dari generasi ke generasi. Biasanya tradisi disebarkan lewat mulut ke mulut. Tradisi biasa datang dari Negara, Kebudayaan atau pun Agama. Tradisi disetiap daerah berbeda-beda. Tradisi ini akan hilang jika tidak terus diinformasikan.

Indonesia sendiri merupakan Negara yang kaya akan tradisi. Disetiap Provinsi, Kecamatan, bahkan Desa memiliki tradisi yang berbeda. Tradisi unik, yang menjadi ciri khas setiap daerah. Mulai dari upacara adat, kehidupan setiap hari, dan berbagai perayaan di bulan-bulan tertentu.

Berikut ini beberapa tradisi unik Jawa Tengah yang bisa menjadi tambahan wawasan untuk anda.

Upacara Ruwatan

Upacara adat yang satu ini biasanya dilakukan didataran tinggi Dieng. Upacara ini ditujukan untuk anak-anak yang berambut gimbal. Dimana mereka dianggap sebagai keturunan raksasa. Sehingga semua anak yang berambut gimbal harus disucikan. Agar terhindar dari keburukan dan selalu selamat.

Uniknya beberapa anak disana memang memiliki rambut gimbal yang tumbuh dengan sendirinya. Untuk lebih detail mengenai acara ini, anda bisa datang dan menyaksikan secara langsung.

Tawuran Sego

Tradisi berikutnya ini berasal dari ibu kota Jawa Tengah, Yaitu Semarang. Tradisi ini ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur warga. Biasanya karena hasil panen yang melimpah. Tradisi ini juga dilakukan pada hari besar penanggalan tahun  Jawa.

Sebelum melakukan tradisi tawuran sego ini, masyarakat akan mengumpulkan bungkusan nasi yang disertai lauk (Sedekah Bumi) hingga membentuk 7 gunung. Kemudian, nasi di putari oleh warga setempat sambil memanjatkan doa, baru dilempar dengan sesama warga yang ada di tempat tersebut.

Mauludan

Tradisi kali ini merupakan tradisi jawa yang bernafaskan Islam. Mauludan adalah sebuah acara yang diselenggarakan pada bulan Rabi’ulawwal tahun Hijriyyah. acara ini dilaksanakan hingga 12 hari berturut-turut.

Diisi dengan bacaan Al-Barzanji atau Situddurar. Acara ini bertujuan untuk mengenang kelahiran Rosul. Puncaknya pada hari ke-12 dimana itu merupakan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sekaten

Tradisi ini pertama kali dilakukan oleh Sunan Bonang. Ini adalah tradisi menyembunyikan gamelan milik keraton. Dulu, tradisi ini digunakan untuk menyebarkan agama Islam.

Nama sekaten berasal dari Syahadatain. Nama ini diambil karena setiap kali pergantian pukulan gamelan diselingi dengan bacaan Syahadatain. Sebelum sekaten, terlebih dahulu diadakan pesta rakyat.

Puncak acara ini, adanya 2 gunungan yang kelar dari Masjid agung setelah didoakan oleh para Ulama keraton. Warga percaya, bila mendapatkan makanan dari gunungan tersebut akan mendapat keberkahan dalam hidupnya.

Upacara Larung Saji

Upacara ini digelar di pesisir Pantai Utara dan Selatan. Ini merupakan perwujudan rasa syukur dari hasil laut yang melimpah. Serta supaya para nelayan selalu diberikan keselamatan dalam mencari rezeki.

Acara ini dilaksanakan setiap tanggal 1 muharram. Dimana semua bahan pangan dan hasil hewan sembelihan dihanyutkan atau dilarungkan ke laut.

Tedak Siten

Tradisi Tedak Sinten adalah upacara untuk bayi yang sudah bisa berjalan. Dimana bayi akan dimasukkan ke dalam sangkar ayam. Ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur orang tua bayi.

Atas kesehatan sang anak hingga menapaki tanah. Upacara ini juga bisa ditemukan dibeberapa daerah lainnya. nama lain dari upacara adat Jawa ini adalah upacara turun tanah.

Itulah beberapa tradisi unik yang bisa anda temukan di Jawa Tengah. Dan tentunya masih banyak lagi tradisi yang ada di Jawa Tengah.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Web Development by GARUDA.WEBSITE
Garuda Citizen Jateng adalah portal berita online dibawah badan hukum PT. Garuda Citizen. Memuat berbagai konten, seperti: berita politik, hukum, HAM, budaya, tradisi serta peristiwa menarik dan penting.