Business

Transformasi Pemasaran Digital Dorong UMKM Bertahan dan Naik Kelas

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Peningkatan skala bisnis dari Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi urgensi saat ini. Pasalnya, UMKM menjadi salah satu ujung tombak pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. pelaku UMKM di wilayahnya sudah mulai meningkatkan kapasitas usaha dengan mempelajari berbagai aspek penjualan daring. Hal ini dilakukan untuk memperluas skala bisnis para pemain.

Wakil Walikota Pekalongan,H Salahudin STP mengungkapkan bahwa pelaku UMKM di KOTA Pekalongan perlu dipacu untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya untuk bersaing naik kelas dengan mempelajari berbagai aspek penjualan daring melalui digitalisasi pemasaran sebagai upaya untuk memperluas pemasaran bahkan hingga ke luar negeri.

“Tidak dipungkuri sejak pandemi Covid-19 sektor UMKM turut merasakan dampak cukup signifikan,sehingga mengakibatkan daya jual produk mereka semakin menurun. Kondisi itu memaksa para UMKM untuk mencari berbagai cara agar tetap bisa mempertahankan usahanya,salah satunya melalui transformasi pemasaran berbasis digital untuk mendorong pelaku usaha ini mampu bertahan dan naik kelas di tengah pandemi,”tegasnya usai membuka kegiatan Pelatihan Bisnis bagi UMKM yang digelar oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM),bertempat di Hotel Pesonna Pekalongan,selama dua hari, Senin-Selasa(5-6/4/2021)

Salahudin meyakini, dengan adaptasi terhadap pemasaran digitalisasi dan didukung saling bahu membahu membantu membangun jejaring mitra kerja yang luas serta memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin,peningkatan level usaha mereka bisa tercapai dan tidak kalah saing dengan produk-produk luar.

“Sekarang kan zamannya sudah media sosial semua dan pemasaran melalui platform digital itu penting untuk mereka, ditambah peningkatan kualitas produk ini harus mereka lakukan. Dengan begitu,kami yakin UMKM Kota Pekalongan bisa bertahan dan naik kelas, dari usaha kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Kolaborasi,kerjasama dalam bermitra menjadi penguat untuk mewujudkan hal ini.Kami berharap melalui pelatihan bisnis ini,mereka bisa manfaatkan sebaik mungkin sehingga mereka bisa sukses semua dan usaha mereka bisa naik kelas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan,Bambang Nurdiyatman,SH menjelaskan pelatihan bisnis yang menyasar 20 UMKM yang sudah cukup mapan ini bertujuan untuk membangun pondasi bisnis pelaku usaha yang kuat dan maju,melahirkan jejaring pelaku usaha yang berkarakter, tangguh, dan menciptakan citra branding produk di benak konsumen serta membangun jejaring mitra dengan stakeholder terkait. Pihaknya menyebutkan, dari 20 UMKM yang hadir sebagai peserta pelatihan berasal dari pelaku usaha yang bergelut di berbagai produk usaha seperti batik, meubel, craft,hingga makanan dan minuman.

“Mereka selama pelatihan bisnis dua hari ini kami bekali mengenai penguasaan bisnis dan membentuk jaringan bisnis agar jangkauan pemasaran usaha mereka lebih luas lagi. Selama ini, kendala dalam orientasi peningkatan skala usaha yang dihadapi adalah mindset mereka yang belum terlalu berani meningkatkan citra produk mereka supaya masyarakat luas lebih tertarik membeli produk-produk asli dalam negeri dan tidak membeli produk asing. Oleh karena itu,kami juga mengundang Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Masyarakat Bela Beli Indonesia, Andi Wibawa selaku narasumber,” tandasnya. (HL)

Related posts

As ‘Unicorns’ Emerge, Utah Makes a Case for Tech Entrepreneurs

Dedi Ariko

Travel Agents? No. Travel ‘Designers’ Create Strategies, Not Trips.

Dedi Ariko

US and AT&T discuss conditions for approval of Time Warner deal

Dedi Ariko

Panen Kopi Temanggung, Petani Berharap Harga Kopi Membaik

Widodo

Snapchat User Growth Disappoints in Another Down Quarter

Dedi Ariko

Animo Suntik Vaksin Covid-19 di Kota Pekalongan Tinggi

Hadi Lempe

Leave a Comment