Ragam

Tren Penambahan Kasus Covid Menurun, Wawalkot Minta Disiplin Prokes Jangan Kendur

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekalongan sepekan ini terus mengalami penurunan. Penurunan ini membuat Kota Pekalongan masuk dalam peta daerah risiko sedang (zona orange). Prestasi penurunan kasus ini harus tetap dipertahankan dan masyarakat Kota Pekalongan tidak boleh kendur dalam disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pasalnya,kasus Covid-19 belum diketahui kapan berakhirnya, sehingga protokol kesehatan harus terus dipatuhi dan dilaksanakan dalam rangka memutus rantai penyebarannya. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Walikota Pekalongan,H.A Afzan Arslan Djunaid,S.E usai mengikuti video conference (vidcon) bersama Gubernur Jawa Tengah mengenai update situasi dan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, Senin(15/2/2021).

“Memang setelah kami mengikuti vidcon tadi dengan Gubernur Jawa Tengah terkait update situasi dan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, Alhamdulillah Kota Pekalongan termasuk daerah di Jawa Tengah yang paling sedikit untuk penambahan kasus selama diberlakukannya program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Program Jateng 2Hari di Rumah Saja yang berjalan efektif sekaligus kegiatan-kegiatan pengawasan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Walaupun saat ini Kota Pekalongan sekarang sudah zona orange dan dari 27 kelurahan tidak ada yang berstatus zona merah lagi, tetapi hal ini tidak membuat warga terlena akan penurunan kasus Covid-19 ini dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” jelas Aaf.

Aaf menekankan penurunan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan tetap harus dipertahankan dan masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan tetap menjaga jarak aman. Terlebih, saat ini Kota Pekalongan masih dilanda bencana banjir yang mengakibatkan sebagian warga mengungsi ke titik-titik pengungsian yang telah disediakan. Dalam vidcon dengan Gubernur Jawa Tengah tersebut, Aaf juga menyampaikan permasalahan yang menjadi kendala dalam penanganan Covid-19 diantaranya penambahan tempat tidur (TT) di ruang rawat intensif (ICU) penanganan Covid-19, dosis vaksinasi yang masih perlu dipenuhi, tes rapid antigen untuk memudah tracing dan tracking, dan sebagainya.

“Harapannya kepada warga jangan terlena atas prestasi kasus menurun tersebut, tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker itu yang paling penting,apalagi di kondisi banjir seperti sekarang ini menerapkan protokol kesehatan di pengungsian itu yang tetap diutamakan. Keluhan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah hampir sama, seperti jumlah dosis vaksin yang diterima masih kurang, dan keluhan lain sudah kami sampaikan dan Alhamdulillah langsung direspon baik oleh Gubernur Jawa Tengah,Pak Ganjar untuk segera terpenuhi jumlahnya, untuk tes rapid anti gen diperbanyak juga sudah kami minta ke Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan setempat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa datang secepatnya untuk membantu menekan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan agar lebih maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan,Dr. Slamet Budiyanto,S.K.M,MKes membenarkan bahwa saat ini terjadi tren penurunan kasus terkonfirmasi positif di Kota Pekalongan terhitung mulai sepekan terakhir, atau 7-14 Februari 2021 penambahannya sekitar 23 kasus dibandingkan pada sepekan sebelumnya yang mencapai 36 kasus Covid-19. Menurutnya, keberhasilan penurunan kasus Covid-19 seiring dengan sukses diberlakukannya beberapa kegiatan pengawasan yang sudah dilakukan terutama di PPKM mikro berbasis rumah, pelaksanaan tracing dan tracking kasus,pembinaan serta edukasi kepada masyarakat hingga tingkat bawah RT/RW, dukungan program vaksinasi dan lain sebagainya.

“Untuk program vaksinasi di Kota Pekalongan, dari jumlah sasaran yang divaksin periode I sebanyak 2.407 tenaga kesehatan (nakes), saat ini nakes sudah divaksin sekitar 2.175 orang, memang masih ada kekurangan yang belum divaksin sekitar 232 orang,namun ada beberapa yang terpaksa ditunda belum bisa memenuhi syarat divaksin karena riwayat penyakit,kormobit,maupun dalam keadaan sakit sehingga sekitar 150 an nakes masih kami minta untuk bisa selesai divaksin dalam mingu ini. Dari pelaksanaan vaksinasi selama ini, Alhamdulillah belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat yang dilaporkan ke kami,” imbuh Budiyanto.(HL/Sekar)

Related posts

PGRI Selenggarakan Pelatihan Penulisan Bagi Guru

Hadi Lempe

Kelanjutan BPUM, Dindagkop-UKM : Tunggu Surat Resmi dari Kemenkop-UKM

Hadi Lempe

Menengok Kondisi Banjir di Kota Pekalongan

Hadi Lempe

Pemkot Belum Instruksikan Pembelajaran Tatap Muka

Hadi Lempe

Mantan Kades Alih Profesi Ke Kolam Cinta

Widodo

Pemkot Libatkan Peran RT/RW Lacak Pemudik Dini

Hadi Lempe

Leave a Comment