Berita

Dinkominfo Edukasi IT ke Operator OPD dan Unit Kerja

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan guna meningkatkan kemampuan sumberdaya operator/tenaga teknis di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit kerja Pemerintah Kota Pekalongan, Dinkominfo melalui Bidang Pengelolaan Infrastruktur Informatika dan Statistik Daerah (PIISD) mengadakan kegiatan pelatihan/bimbingan teknis pengelolaan dan penanganan permasalahan/troubleshoot jaringan Batik-Net.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dari Selasa (21/7/2020) sampai Kamis (23/7/2020) dengan menghadirkan narasumber dari STMIK Widya Pratama Pekalongan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang PIISD Dinkominfo, Mabruri SPd. “Peserta terdiri operator atau tenaga teknis pada kecamatan, kelurahan dan puskesmas se Kota Pekalongan, dengan pelaksanaan secara bertahap, hari pertama dihadiri sebanyak 15 OPD atau unit, hari kedua sebanyak 15 OPD atau unit, dan hari ketiga sebanyak 16 OPD atau unit, kami mengundang untuk mengedukasi para teknisi OPD dan unit tentang perawatan dan pengamanan jaringan,” terang Mabruri.

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar nantinya para peserta memiliki pemahaman bagaimana mengatasi kendala-kendala dalam merawat dan memelihara jaringan agar dapat berfungsi secara optimal. Mereka juga bisa lebih mandiri dan tidak lagi bergantung dengan tenaga teknisi pengelola jaringan Dinkominfo yang jumlahnya hanya 4 orang. “Teknisi di tempat kami sebanyak 4 orang kalau harus melayani 94 OPD atau unit kerja yang ada di Pemerintah Kota Pekalongan tentu tenaganya terbatas,” beber Mabruri.

Lanjut Mabruri menyebutkan bahwa yang disampaikan pada pelatihan ini yakni pemeliharaan, perawatan, dan hal-hal informasi pemahaman baru terkait dengan alat yang berhubungan dengan jaringan TIK di Pemerintah Kota Pekalongan. “Awalnya kami berencana mengagendakan untuk melatih operator seluruh OPD, karena adanya pemangkasan anggaran, akhirnya kami prioritaskan kepada unit kerja yang terkecil dengan sumber daya manusia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan bidang IT,” jelas Mabruri.

Bidang PIISD Dinkominfo sudah membuat satu desain pemeliharaan pengoptimalan jaringan TIK dan telah memiliki tiga lapis sumber daya manusia (SDM). Pertama, SDM yang ada di unit kerja atau OPD, SDM yang ada di dinkominfo, dan SDM karena pekerjaan-pekerjaan tertentu sehingga melibatkan pihak ketiga. “Kelemahan dari pihak ketiga yaitu biaya, sangat bergantung waktu dan kesempatan dari mereka karena tidak bisa minta setiap saat. Teknisi kita yang berjumlah 4 itu selalu full pekerjaan, sehingga kadang satu pekerjaan bisa memerlukan satu hingga dua hari. Kebutuhan perbaikan di beberapa tempat tidak bisa dilayani dengan tuntas sehingga ada komplain dari para OPD,” kata Mabruri.

Mabruri berharap dengan SDM yang ada di kelurahan, kecamatan, maupun puskesmas yang memiliki pemahaman dan kompetensi cara merawat, mengoptimalkan, dan mengoperasionalkan jaringan ini sehingga akan semakin mandiri menangani permasalahan jaringan dan mengurangi ketergantungan dengan teknisi di PIISD. “Beberapa kejadian seperti tiang roboh juga kami beri penekanan kepada mereka agar ikut membantu merawat, mengawasi, dan melaporkan ke kami,” pungkas Mabruri. (Aina/tim)

Related posts

Santri Pekalongan Gelar Doa Bersama dan Sholat Ghaib untuk Korban Terorisme Selandia Baru

Hadi Lempe

Pawai Pajang Jimat 2018 Berlangsung Meriah

Hadi Lempe

Trantib dan Linmas Dibekali Kesiapsiagaan Hadapi Pemilu 2019

Hadi Lempe

Walikota Launching Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan

Widodo

Irdam IV/Diponegoro: Jangan Pernah Lupakan Sejarah Perjuangan

Hadi Lempe

Populerkan Sarung Batik Pekalongan, Walikota Hadiri Sarung Fest 2019

Widodo

Leave a Comment