Ritual Sendang Sidukun Temanggung Sambut Malam 1 Sura
RagamSosial Budaya

Ritual Sendang Sidukun Temanggung Sambut Malam 1 Sura

Kabupaten Temanggung, garudacitizen.Jateng – Ritual Sendang Sidukun, Dalam rangka menyambut Suro di Traji Temanggung. Ritual ini di lakukan warga Traji Parakan Temanggung. Pada malam tahun baru Islam atau Tahun Baru Kalender Jawa, Yaitu 1 Sura / 1 Muharram.

Sendang Sidukun adalah sendang yang mempunyai mata air jernih yang juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Sendang berada di Desa Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Dalam Ritual ini, Kepala desa dengan didampingi istri. Menggunakan pakaian adat Jawa kebesaran kerajaan. Dengan diiringi warga laki-laki baik perangkat desa, maupun warga biasa dengan menggunakan pakaian adat Jawa gaya Yogyakarta.

Ritual yang dilakukan tepat pada malam satu suro ini. Di lakukan dengan menguras sendang yang berukuran 9×25 meter dengan kedalaman kurang lebih 2 meter. Dan acara puncak dari ritual ini adalah mengkirab lurah dan istrinya. Dari kediamannya menuju ke sendang untuk mengadakan ritual inti. Yang kemudian dilanjutkan ke Balai Desa. Disana merupakan tempat digelarnya wayang kulit semalam suntuk.

Ritual Sendang Sidukun Temanggung. Tradisi ini bermula dari dari sebuah kisah ghoib dalang wayang kulit yang bernama Dalang Garu.

Tradisi ini bermula dari dari sebuah kisah ghoib dalang wayang kulit yang bernama Dalang Garu, yang berasal dari Dusun Garon. Suatu saat Dalang Garu didatangi oleh seseorang yang berpakaian bangsawan. Yang mengaku berasal dari Traji. Memintanya untuk mementaskan wayang kulit pada malam satu suro. Setelah Dalang Garu mementaskan wayang. Orang yang berpakaian bangsawan tadi membayarnya dengan satu nampan kunir. Alih-alih membayarnya dengan uang. Meskipun heran, Dalang Garu tidak memprotes dan menerima kunir tadi.

Kisah-kisah di luar nalar memang tak jarang menjadi latar belakang diadakannya suatu ritual atau tradisi tertentu. Salah satunya adalah tradisi di Sendang Sidukun ini.

Untuk isi sesaji diantaranya ada jajan pasar, kembang, kemenyan, ingkung ayam, kepala kambing dan minuman. Sedangkan untuk gunungan biasanya berupa kacang panjang, sawi, cabai, bawang merah, bawang putih, terong dan singkong. (Arintoko)

Related posts

BPS Mantapkan 141 Petugas, Untuk LF.SP2020 Tahun 2022

Hadi Lempe

Hadi Lempe, Dalam Sastra Balai Budaya Rejosari Kudus

Hadi Lempe

Komisi III DPR RI Dukung dan Beri Masukan Pembangunan Relokasi Lapas Pekalongan

Hadi Lempe

Kerajinan Gerabah Desa Tegowanuh, Miliki Potensi Bisnis Menjanjikan

Hadi Lempe

Dindik Berikan Penghargaan kepada Juara Lomba PKG Dabin se-Kota Pekalongan

Hadi Lempe

Bawa Sabu, Buruh di Pekalongan Ditangkap Polisi

Hadi Lempe

Leave a Comment