Sosialita

Pemkot Resmikan Ruang Isolasi Buketan RSUD Bendan Untuk Rawat Covid-19

Kota Pekalongan Garudacitizen Jateng – Sebagai upaya dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Pekalongan terus berinovasi memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya, salah satunya dengan menambah dan meresmikan ruang isolasi RSUD Bendan Kota Pekalongan. Peresmian ruang isolasi yang menggunakan Ruang Buketan RSUD Bendan milik Pemerintah Kota Pekalongan dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE didampingi Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid,SE, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr. Slamet Budiyanto,SKM,MKes, dan Direktur RSUD Bendan, dr.Junaedi Wibawa,MSi Med,SpPK, Senin (4/5/2020).

Usai meresmikan dan meninjau ruang isolasi RSUD Bendan Kota Pekalongan, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE menyampaikan bahwa pembangunan ruang isolasi RSUD Bendan ini merupakan langkah ikhtiar Pemerintah Kota Pekalongan fokus dalam menangani pasien Covid-19 di Kota Pekalongan. Seperti yang diketahui sebelumnya, awalnya di Kota Pekalongan RSUD Kraton ditunjuk sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan Pertama di Jawa Tengah, sedangkan untuk RSUD Bendan Kota Pekalongan menjadi Rumah Sakit Lini Kedua untuk penanganan Covid-19.

“Kami sangat apresiasi dan syukur Alhamdulillah pembangunan ruang isolasi baru di RSUD Bendan ini bisa terwujud. Hal ini merupakan impian kita bersama sekaligus tidak kita hendaki. Artinya jika kebetulan memang ada orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Pekalongan, kita bisa merawatnya semaksimal mungkin, tadinya hanya di RSUD Kraton sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan pertama sekarang, Alhamdulillah melalui RSUD Bendan milik Pemkot ini sudah memiliki sendiri untuk Kota Pekalongan yang hari ini diresmikan dan bisa dimaksimalkan ke depan,” terang Saelany.

Saelany menyebutkan saat ini terdapat 203 Orang Dalam Pemantauan (ODP) terdiri dari 29 proses pemantauan, dan 174 telah selesai dipantau. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 4 orang, 3 diantaranya dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Sementara untuk Pasien Terkonfirmasi Positif berjumlah 12 orang, terdiri atas 3 orang isolasi mandiri, 6 orang dikarantina, 1 orang yang dirujuk di RSUD Bendan dinyatakan sembuh dan 2 orang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Saelany berharap dan tidak henti hentinya mengajak masyarakat Kota Pekalongan untuk semakin sadar akan pentingnya memproteksi diri dan keluarga agar terhindar dari Covid-19.

“Dengan diresmikannya ruang isolasi ini semoga ke depan RSUD Bendan bisa melayani lebih maksimal lagi, menjadi Rumah Sakit Rujukan untuk masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya. Terlebih, kami juga senantiasa menekankan perlunya peran dan kesadaran masyarakat Kota Pekalongan untuk memproteksi diri yang pada awalnya didasari keluarga yang harus dibina lebih baik,” tegas Saelany.

Hal serupa diungkapkan Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, SE atas diresmikannya ruang isolasi baru di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Wakil Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf ini juga mengucapkan apresiasi terhadap kinerja para tim medis RSUD Bendan yang telah berupaya keras sehingga seorang pasien positif Covid-19 yang dirujuk di Rumah Sakit tersebut bisa sembuh dan pulih seperti sedia kala.

“Kemarin ada pasien positif yang sudah sembuh,kami apresiasi yang sangat luar biasa RSUD Bendan dengan tim medisnya, kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat bagus dan positif , tentunya menambah motivasi dan semangat para tim medis untuk bekerja ke depannya lebih baik lagi,” tutur Aaf.

Sementara itu, Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan, dr.Junaedi Wibawa,MSi Med,SpPK menerangkan pembangunan ruang isolasi baru di Ruang Buketan ini sudah dilaksanakan sejak 1,5 bulan lalu yang mana sebelumnya telah ada 2 ruang isolasi di Ruang Truntum RSUD Bendan. Dr. Junaedi memaparkan dalam ruang isolasi Ruang Buketan dilengkapi sarana dan prasarana yang sudah cukup memadai diantaranya 6 ruangan yang terdiri dari 2 kamar untuk pasien positif Covid-19, dan 4 kamar untuk ODP dengan penyakit berat yang mengarah ke gejala-gejala Covid-19, alat ventilator, ruang anteroom dan sarana prasana lengkap lainnya.

“Pembangunan ini dianggarkan dari dana BLUD dengan total anggaran senilai Rp500 juta dengan kapasitas 6 ruangan dimana 2 kamar untuk pasien positif, dan 4 kamar untuk ODP dengan gejala sedang dan berat. Semoga ke depan kami bisa bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan dan bertekad terus untuk tidak menolak pasien Covid-19. Harapan kami kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Pekalongan bisa segera berhenti,” pungkas dr. Junaedi.(HL/Aina)

Related posts

Harlah Kopena Ke. 25 : Hadiah Umroh Untuk Pemenang Senam Sehat.

Hadi Lempe

Pemkot Serukan Pemakaian Masker Untuk Semua Warga

Hadi Lempe

Gedung Diklat Sementara Akan Digunakan Sebagai Rumah Karantina ODP dan OTG

Hadi Lempe

P2SE Gandeng Puluhan Kios Sebagai Mitra Penyaluran Bantuan Sembako

Hadi Lempe

Pemkot Tawarkan UKM Hasil Perikanan dan Jamu ke Shanghai

Hadi Lempe

3 Destinasi Wisata Romantis di Jawa Tengah, Cocok Untuk Bulan Madu

Dedi Ariko

Leave a Comment