Sosial Budaya

Forum Anak Sebagai Pelapor dan Pelopor

Pekalongan, GC – Dalam rangka mendukung terwujudnya Kota Pekalongan sebagai Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) melatih Forum Anak Kota Batik ( Fantatik ) Kota Pekalongan untuk menjadi pelapor dan pelopor manakala terjadi kekerasan anak di Lembaga Perlindungan, Perempuan, Anak dan Remaja (LPPAR), Minggu (31/3/2019).

Kepala Dinas DPMPPA melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , Eki Moerjani Dyah Trikora, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melatih anak-anak agar mereka dapat memberikan edukasi dan menyalurkan informasi peran mereka kepada teman sebayanya.

“Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini yakni kemarin dan hari ini dimaksudkan agar para anak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam sebagai pelopor dan agen perubahan dalam pembangunan, serta melatih mereka dalam hal memberikan edukasi dan menginformasikan peran mereka kepada teman sebayanya, “kata Eki.

Diterangkan Eki, mereka dibekali dengan pemahaman baik teori maupun praktek mengenai isu-isu terkini permasalahan yang dialami anak seperti penggunaan gadget, bullying, dan permasalahan anak lain.

“Setelah dibekali pada saat tertentu apa yang mereka tau bisa mengedukasikan dan menginformasikan perannya kepada teman sebaya mereka. Anak-anak ini berperan sebagai 2P (Pelapor dan Pelopor). Secara individual maupun di kelompoknya tentunya dia sebagai contoh untuk langkah antisipasinya, kalau sudah mengalami atau tahu ada terjadi permasalahan yang dialami anak seperti kekerasan, dia berani dan tahu harus melapor kemana,” terang Eki.

Eki menambahkan keterlibatan peran Forum Anak tersebut merupakan upaya untuk mendukung terwujudnya Kota Pekalongan menjadi Kota Layak Anak(KLA) dimana 24 indikator KLA yang terdiri dari 5 kluster wajib dipenuhi.

“Di setiap indikator di 5 kluster KLA itu, Forum Anak pasti ada pertanyaan didalamnya. Forum Anak sudah melakukan apa di kluster perlindungan khusus apa, berkait dengan kebebasan hak bernegara misalnya tahu tetangganya ada yang belum akte, mereka bisa berperan disitu, “imbuh Eki.

Sementara itu, Ketua Fantatik, Najdan Achmada menjelaskan Forum Anak merupakan organisasi yang dinaungi oleh LPPAR yang terdiri dari anak-anak yang berdomisili di Kota Pekalongan. Saat ini, tuturnya, Fantatik telah beranggotakan 10-15 orang.

“Kegiatan kami biasanya sosialisasi di panti asuhan, mengedukasi mereka mengenai apa itu hak anak, forum anak, memberikan hiburan. Kita juga dilibatkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan baik di event tingkat kelurahan hingga provinsi karena keterlibatan Forum Anak ini merupakan penilaian Kota Layak Anak (KLA). Untuk pelatihan ini memang untuk pembentukan di tingkat kelurahan. Kita akan terjun langsung ke kelurahan sesuai yg direncanakan untuk mencetak di tingkat kelurahan, “jelas Mada.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-113 Kota Pekalongan, menurut Mada, Fantatik sedang menyusun kado atau hadiah yang ditunjukkan untuk Walikota berisikan impian dari Forum Anak yang mewakili seluruh anak di Kota Pekalongan melalui sebuah video kreatif buatan mereka sendiri.

“Harapan di Hari Jadi ke-113 Kota Pekalongan ini dari Forum Anak berharap Kota Pekalongan menjadi Kota Layak Anak dan aspirasi-aspirasi anak Kota Pekalongan bisa didengarkan, didukung dan direalisasikan Pemerintah,” pungkas Mada. (GC.Tim)

Related posts

Aksi Simpati, Dandim Pekalongan Bagikan Bingkisan Kepada Para Pemudik

Widodo

Shinta Nuriyah Wahid Ajak Warga Binaan Dialog dan Sahur Bersama

Widodo

Jawa tengah Jatungnya Budaya Jawa. Ada 5 yang patut diketahui

Dedi Ariko

Ribuan Umat Muslim Hadiri Haul Ke-93 Habib Ahmad

Widodo

Djend Soed Team Sabet Juara Pertama Lomba Seketeng 2019

Widodo

Merti Dusun – Kemiri Desa Getas, Disertai Pembukaan Tempat Wisata Alam

Dedi Ariko

Leave a Comment